Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

ISIS ancam serang penjara Saudi usai eksekusi tahanan teroris

ISIS ancam serang penjara Saudi usai eksekusi tahanan teroris Polisi Arab Saudi di depan Penjara Al Ha'ir. ©nationalpost.com

Merdeka.com - Bukan cuma Iran dan warga Syiah yang menyatakan kemarahan pada Kerajaan Arab Saudi seusai mengeksekusi tahanan terkait terorisme. Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) rupanya turut mengecam eksekusi Negeri Petro Dollar pekan lalu.

Tak sekadar mengecam, ISIS sekaligus mengancam akan menyerbu penjara-penjara Saudi yang masih menahan tahanan terorisme. Sasaran mereka adalah Penjara al-Ha'ir dan Tarfiya di Saudi, yang banyak menahan narapidana terkait ISIS dan Al Qaidah.

"Kami mempertimbangkan kemungkinan membebaskan tahanan, tapi itu harus disusul dengan upaya meruntuhkan tirani di Saudi," tulis artikel di situs resmi ISIS, seperti dilansir Kantor Berita Reuters, Rabu (6/1).

Kendati sama-sama menganut mazhab Islam Sunni, para militan ISIS menganggap Saudi adalah antek Barat. Cukup banyak serangan teror dari pejuang Khilafah Islamiyah yang menyasar warga Saudi. Salah satunya adalah bom bunuh diri di dekat Ibu kota Riyadh oleh simpatisan ISIS, pada Juli 2015. Total 50 warga sipil di Saudi tewas akibat ulah teror ISIS selama dua tahun terakhir.

Selain ISIS, jaringan Al Qaidah Semenanjung Arab di Yaman telah mengumumkan perang melawan Saudi. Jelang akhir tahun lalu, kelompok teror itu menyatakan wajib hukumnya, "menumpahkan darah setiap prajurit Saudi."

Arab Saudi akhir pekan ini memancung 47 narapidana, rata-rata terkait kasus terorisme. Kebanyakan para napi yang meregang nyawa kemarin adalah warga Saudi yang terlibat dalam operasi terorisme Al Qaidah pada 2003 dan 2004 di Kota Khobar yang menewaskan sejumlah warga asing dan warga sipil.

Sejak Raja Salman berkuasa, Saudi semakin agresif melancarkan hukuman mati. Terhitung pada 2015 saja, ada 153 narapidana yang dipancung. Jumlah itu meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Adapun Iran dan warga Syiah ramai menggelar unjuk rasa karena salah satu dari 47 orang yang dieksekusi mati adalah Syekh Nimr al-Nimr. Dia adalah ulama Syiah di Saudi yang rajin memprotes kerajaan terkait kebijakan diskriminatif terhadap warga Syiah. Nimr terlibat demonstrasi pada 2011, kemudian ditangkap polisi.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP