ISIS akui John si Jihadi tewas dihantam rudal serangan udara
Merdeka.com - Kelompok Intelijen SITE kemarin melaporkan, Negara ISlam Irak dan Suriah (ISIS) membenarkan kematian sosok John si Jihadi yang beberapa kali muncul dalam video eksekusi tawanan dengan memakai topeng hitam.
Pengakuan itu muncul dalam majalah ISIS berbahasa Inggris, Dabiq yang terbit kemarin. John si Jihadi berhasil diidentifikasi oleh militer Amerika Serikat sebagai Muhammad Emwazi, warga Inggris kelahiran Kuwait.
Stasiun televisi ABC News melaporkan, Rabu (20/1), pejabat Amerika meyakini Emwazi tewas dalam serangan udara pesawat tanpa awak (drone) pada November tahun lalu.
"Dia keluar dari sebuah bangunan dan masuk ke mobil. Kami kemudian menembaknya. Mobil itu terbakar. Tembakan itu tidak meleset sedikit pun, langsung kena," kata pejabat kontra terorisme itu kepada ABC News pada 12 November lalu.
Dalam kesempatan terpisah, pejabat Amerika lain mengatakan ada tiga pesawat tanpa awak (dua milik Amerika dan satu milik Inggris) yang mengincar Emwazi. Saat itu dia sedang berada di Raqqa, ibu kota ISIS di Suriah. Pejabat itu mengatakan pesawat tanpa awak melepaskan rudal Hellfire yang mengenai mobil Emwazi.
John si Jihadi musnah dalam ledakan itu.
Sosok pria militan bertopeng hitam yang dijuluki John si Jihadi mulai kondang pada Agustus 2014 ketika ISIS merilis sebuah video memperlihatkan tawanan jurnalis Amerika James Foley dipenggal. Publik menyebutnya JOhn si Jihadi pada Februari 2015 dan sejak itu dia tidak muncul lagi dalam video ISIS.
Emwazi lahir di Kuwait dan mendapat kewarganegaraan Inggris. Dia diyakini berusia 27 tahun ketika tiba di Suriah dari Inggris pada 2012.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya