Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Iran tuding twitter bekukan ratusan akun warga pro-pemerintah

Iran tuding twitter bekukan ratusan akun warga pro-pemerintah Twitter. ©2013 Mashable.com

Merdeka.com - Iran menuduh twitter menutup ratusan akun warga yang dianggap melancarkan operasi propaganda. Sebaliknya, twitter justru mengizinkan akun-akun buatan yang anti-pemerintah tetap ada.

Dalam sebuah cuitan diunggah kemarin dan ditujukan untuk CEO Twitter Jack Dorsey, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mempertanyakan keputusan Twitter tidak memblokir akun-akun yang didukung Amerika Serikat tersebut.

"Hai, Jack. Twitter telah menutup akun-akun warga Iran asli, termasuk presenter TV dan mahasiswa karena dianggap memberi pengaruh propaganda. Tetapi Twitter membiarkan akun-akun bodong yang berusaha mendorong perubahan 'rezim' Iran," tulis Zarif, dikutip dari Aljazeera, Senin (17/9).

Setelah mendapat tudingan demikian, pihak Twitter menolak untuk berkomentar saat dihubungi.

Sebagaimana diketahui, media Iran kerap menuduh Israel, Arab Saudi, dan kelompok-kelompok oposisi termasuk Mujahidin-e Khalq (MEK) berbasis di Albania telah melancarkan kampanye di media sosial untuk menyerukan perubahan rezim di Iran.

Bahkan Presiden Iran Ayatollah Ali Khamenei juga menuding AS dan Israel mencoba melancarkan perang media sosial untuk menyudutkan warga Iran, sambil terus memberikan sanksi ekonomi kepada negara tersebut.

Iran sendiri sering memblokir Twitter dan platform media sosial lain di negaranya atas alasan keamanan nasional. April lalu, pemerintah juga mengumumkan rencana untuk memblokir Telegram secara permanen.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP