Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Iran Luncurkan Vaksin Covid “Fakhra”, Diambil dari Nama Ilmuwan Nuklir yang Dibunuh

Iran Luncurkan Vaksin Covid “Fakhra”, Diambil dari Nama Ilmuwan Nuklir yang Dibunuh Mohsen Fakhrizadeh. ©istimewa

Merdeka.com - Iran meluncurkan vaksin Covid-19 baru yang dikembangkan pusat penelitian Kementerian Pertahanan yang pernah dikepalai ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh, yang dibunuh dalam sebuah serangan yang dicurigai dilakukan Israel tahun lalu.

Fase pertama uji coba manusia vaksin yang diberi nama Fakhra tersebut, diluncurkan dalam sebuah acara di Teheran pada Selasa, yang dihadiri Menteri Pertahanan Brigjen Amir Hatami dan Menteri Kesehatan Saeed Namaki.

Vaksin ini dinamai Fakhra untuk mengenang Fakhrizadeh, yang memainkan peran penting dalam proyek pengembangan vaksin saat dia menjabat sebagai Kepala Organisasi Inovasi dan Penelitian Pertahanan (SPND) sebelum pembunuhannya pada 27 November 2020.

Vaksin Fakhra telah disuntikkan ke putra Fakhrizadeh. Demikian dikutip dari laman Press TV, Rabu (17/3).

Pejabat yang terlibat dalam produksi vaksin tersebut menyampaikan, proses penelitian dan pengembangan dimulai Maret tahun lalu dan melibatkan kultur sel, inokulasi, proliferasi, isolasi dan pemurnian, serta inaktivasi dan formulasi.

Kemudian vaksin diuji kepada lebih dari 650 hewan dari spesies berbeda seperti tikus, kelinci, marmot, dan kera.

Desain dan pembangunan pabrik untuk produksi massal vaksin telah dimulai. Pejabat ini berharap produksi massal akan dimulai pada musim panas ini.

Produsen vaksin dunia

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Iran, Saeed Namaki menyampaikan, pada musim semi, Iran akan menjadi salah satu produsen vaksin penting dan terbaik di dunia.

Dia menambahkan, vaksin Covid-19 Iran-Kuba adalah vaksin pertama yang akan diproduksi massal, menyusul vaksin CovIran Barekat, Razi COV-Pars, dan Fakhra secara berurutan.

“Hari ini adalah hari kebanggan dan ketergantungan pada pengetahuan asli. Sebagai ahli imunologi dan menteri kesehatan, saya bersaksi bahwa metode produksi vaksin di Iran sesuai dengan metode paling ilmiah di dunia. Uji vaksin Fakhra pada model hewan telah terbukti sangat efektif dan uji coba pada manusia dimulai hari ini,” jelasnya.

“Saya bangga untuk mengumumkan bahwa Republik Islam (Iran), yang berada di bawah sanksi dan target penindasan mereka yang merampas pengobatan pasien dan berbohong, bersinar sebagai salah satu negara terdepan dalam penanganan (pandemi) virus corona di dunia,” lanjut Namaki.

Selain mengembangkan vaksin dalam negeri, Iran juga mengimpor vaksin asing.

Sejauh ini, Iran telah mengimpor 1,2 juta lebih dosis vaksin Covid-19 dari Rusia, China, India, dan Kuba, menurut Alireza Raeisi, juru bicara Markas Besar Nasional untuk Penanganan dan Pengentasan Virus Corona.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP