Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Iran gantung pembunuh ilmuwan nuklir

Iran gantung pembunuh ilmuwan nuklir Beberapa perempuan membawa Bendera Iran di Ibu Kota Teheran. (c) AFP/Begriyz Negr

Merdeka.com - Iran baru saja menghukum mati pemuda 24 tahun yang diduga agen Dinas Rahasia Israel Mossad. Majid Jamali Fashi digantung di Ibu Kota Teheran dengan dakwaan membunuh seorang ilmuwan nuklir.

Kantor berita Reuters melaporkan, Selasa (15/5), Fashi dihukum mati kemarin sebagai pelaksanaan vonis Agustus tahun lalu. Pengadilan menyatakan dia terbukti membunuh Massoud Ali Mohammadi, ahli nuklir Universitas Teheran, dengan bom kendali jarak jauh. Menurut transkrip sidang, pemuda ini mengaku terlibat dalam insiden itu.

Mohammadi merupakan salah satu ilmuwan penting Iran yang memahami teknologi pengayaan uranium. Dia terbunuh Januari dua tahun lalu, setelah sebuah sepeda motor meledak di depan rumahnya.

Kepolisian Iran menciduk Fashi setelah menemukan fakta pemuda itu beberapa kali mengunjungi Israel beberapa tahun lalu. Dia dianggap mendapat pelatihan Mossad untuk menyabotase program nuklir mereka.

Selain Fashi, Dinas Rahasia Iran mengklaim telah menangkap 15 teroris lain yang disponsori Israel. "Seluruh tersangka yang terhubung dengan jaringan Zionis telah merancang teror dan sabotase di negara kami," ujar pejabat intelijen yang tidak disebut namanya itu.

Tidak sedikit ilmuwan Iran jadi sasaran karena menggarap program nuklir. Presiden Mahmud Ahmadinejad berkali-kali menuding Amerika Serikat dan Israel berkomplot di balik pembunuhan ahli nuklir Negeri Mullah itu.

Serangan paling anyar pada intelektual Iran terjadi awal tahun ini. Kepala fasilitas pengayaan uranium Natanz, Mostafa Ahmadi Roshan, dibunuh menggunakan bom magnet yang ditempel di mobilnya.

Amerika dan Israel tidak berkomentar atas tudingan Ahmadinejad itu. Kedua sekutu ini bersama Uni Eropa setahun terakhir terus menekan Iran segera menghentikan program nuklir mereka karena dianggap mengganggu keamanan internasional.

Rezim Ahmadinejad menolak disebut-sebut mengembangkan senjata nuklir. Iran mengaku mengembangkan teknologi itu untuk kepentingan damai. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP