Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Iran berikan bantuan dana buat rumah sakit Yahudi di Teheran

Iran berikan bantuan dana buat rumah sakit Yahudi di Teheran Presiden Iran Hassan Rouhani. alarabiya.net

Merdeka.com - Sebuah rumah sakit Yahudi di Ibu Kota Teheran, Iran, telah menerima bantuan dana sekitar Rp 4,8 miliar dari pemerintahan Presiden Hassan Rouhani, dalam upayanya untuk menyatukan antar kelompok etnis dan agama di republik Islam itu.

Sumbangan mengejutkan itu disampaikan oleh saudara Rouhani, Hussein Fereydoon, setelah kemarin dia mengunjungi Dr. Sapir Hospital and Charity Center,satu-satunya rumah sakit Yahudi di Teheran, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (7/1), mengutip laporan surat kabar the New York Times.

"Pemerintahan kami berniat untuk menyatukan semua kelompok etnis dan agama, jadi kami memutuskan untuk membantu kalian," kata Fereydoon, menurut situs berita setengah resmi asal Iran, Tabnak.

Fereydoon juga berjanji bahwa perhatian lebih banyak akan diberikan kepada rumah sakit umumnya melayani warga Kristen dan Yahudi Iran itu.

Seorang perawat bekerja di Rumah Sakit Dr. Sapir dan Charity Center mengatakan kepada koran the New York Times pihaknya sangat senang, dan menjelaskan tindakan ini sebagai sebuah baik pertanda baik.

Pada Januari lalu Rouhani mengunjungi wilayah didominasi warga Arab di Provinsi Khuzestan, sebelah barat daya Iran. Saat itu dia berpidato di depan kerumunan orang menggunakan bahasa asli mereka, yakni bahasa Arab. Ini sebuah pemandangan jarang terjadi dilakukan para pejabat Negeri Mullah itu.

Rouhani, yang juga sempat membacakan beberapa bait dari penyair besar Arab, Al-Mutanabbi, berjanji kepada warga Khuzestan mereka akan melihat lebih banyak pembangunan di daerah mereka.

Bahkan dalam kebijakan luar negerinya, Rouhani memperlihatkan sikap pelunakan dari pendahulunya mantan Presiden Mahmud Ahmadinejad.

Pada September tahun lalu, Rouhani bukan saja mengirim sebuah ucapan selamat Tahun Baru Yahudi di Twitter. Namun, dalam konferensi keamanan terbaru di Kota Munich, Jerman, pemerintahannya melalui Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mendeskripsikan pembunuhan Yahudi oleh rezim Nazi (Holocaust) sebagai 'kekejaman yang tragis'. Zarif bahkan menjelaskan peristiwa itu tidak boleh terjadi lagi. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP