Irak eksekusi tujuh orang atas dakwaan terorisme
Merdeka.com - Irak telah mengeksekusi tujuh orang dalam dua hari terakhir atas dakwaan terorisme.
"Ketujuh orang itu terbukti bersalah menurut Pasal IV undang-undang anti-terorisme," kata Menteri Kehakiman Irak, Hassan al-Shammari, dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir situs globalpost.com, Jumat (20/12). Dia menjelaskan para terpidana adalah warga negara Irak.
Irak telah mengeksekusi hampir 170 orang dalam tahun ini, yang diadili atas dakwaan terorisme. Namun putusan-putusan itu tidak memiliki dampak berarti pada kekerasan yang melanda di negara itu.
Eksekusi di Irak, yang biasanya dilaksanakan dengan penggantungan, meningkat tahun ini meski ada seruan-seruan internasional bagi moratorium.
PBB, Uni Eropa, dan kelompok-kelompok hak asasi mengecam tingginya eksekusi di negara itu. Sementara Ketua HAM PBB Navi Pillay tahun ini mengatakan sistem peradilan kriminal di Irak tidak berfungsi secara memadai.
Kekerasan di Irak telah mencapai tingkatan yang belum pernah terlihat sejak 2008, ketika negara itu mulai bangkit dari konflik sektarian mematikan pada 2006-2007 yang merenggut puluhan ribu jiwa.
Menurut data PBB, hampir seribu orang tewas pada Oktober dalam serangan-serangan di Irak. Sedangkan menurut misi PBB di Irak, hampir 900 orang sipil tewas di Irak pada September.
Kekerasan merupakan bagian dari gelombang pemboman dan serangan bunuh diri di tengah krisis politik antara Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan mitra-mitra pemerintahnya dan pawai protes selama beberapa pekan yang menuntut pengunduran dirinya.
Lebih dari 800 orang tewas dalam serangan-serangan selama Agustus, yang telah menjadi salah satu bulan paling mematikan di Irak.
Berdasarkan data yang dihimpun PBB dan pemerintah Irak, Juli merupakan bulan paling mematikan dalam lima tahun dengan jumlah korban tewas lebih dari 1.000 orang.
Gelombang serangan di Irak meningkat sejak awal tahun ini, dan menurut laporan PBB, lebih dari 2.500 orang tewas dari April hingga Juni saja, jumlah tertinggi sejak 2008.
Jumlah kematian pada Maret mencapai 271, sementara sepanjang Februari, 220 orang tewas dalam kekerasan di Irak. Ini menurut data dikeluarkan AFP yang berdasarkan atas keterangan dari sumber-sumber keamanan dan medis.
Irak dilanda kemelut politik dan kekerasan yang menewaskan ribuan orang sejak pasukan Amerika Serikat menyelesaikan penarikan dari negara itu pada 18 Desember 2011, meninggalkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Irak.
Selain bermasalah dengan Kurdi, pemerintah Irak juga berselisih dengan kelompok Sunni.
Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki (dari Syiah) sejak Desember 2011 mengupayakan penangkapan Wakil Presiden Tareq al-Hashemi atas tuduhan terorisme dan berusaha memecat Wakil Perdana Menteri Saleh al-Mutlak. Keduanya adalah pemimpin Sunni. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya