Intelijen Saudi Sembunyi di Kanada, Ungkap Persaingan Kekuasaan di Internal Kerajaan
Merdeka.com - Selama bertahun-tahun, dia adalah salah satu pejabat intelijen Arab Saudi yang terbaik, ahli kecerdasan buatan yang menjadi andalan Kerajaan dalam memerangi Al Qaidah dan kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat.
Namun sejak 2017, Saad Aljabri bersembunyi di Kanada, nyawanya terancam dan dia mendapat tekanan dari Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) untuk pulang ke Saudi, kata putra dan rekannya.
Tekanan itu kini merembet ke keluarganya.
Sejak Maret, dua dari anak-anaknya dan seorang kakaknya ditangkap aparat keamanan Saudi dan keberadaan mereka tidak diketahui, ujar putra Aljabri, Khalid Aljabri, dalam wawancara via telepon.
"Ini sudah berminggu-minggu dan kami tidak tahu mereka di mana," kata Dr Khalid Aljabri yang juga kini tinggal di Kanada, seperti dilansir laman the New York Times, Kamis (21/5). "Mereka diculik dari rumah. Saya bahkan tidak tahu mereka masih hidup atau sudah mati."
Pemerintah Saudi tidak memberi konfirmasi soal penangkapan ini dan pejabat di Kedutaan Saudi di Washington tidak memberi jawaban atas permintaan komentar tentang Aljabri atau penangkapan itu.
Sudah bukan rahasia lagi di sejumlah negara Timur Tengah, pemerintah menekan seseorang dengan menangkap atau mengancam kerabat mereka. Di sisi lain, pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi oleh agen Saudi di konsulat Istanbul, Turki pada Oktober 2018 semakin mengancam orang-orang seperti Aljabri yang sebelumnya merasa aman bersembunyi di luar negeri.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya