Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Intelijen Israel sebut serangan rudal AS ke Suriah pekan lalu gagal

Intelijen Israel sebut serangan rudal AS ke Suriah pekan lalu gagal Jet tempur Inggris gempur Suriah. ©UK MOD Crown 2018/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Amerika Serikat bersama sekutunya, Inggris dan Prancis, Jumat lalu melancarkan serangan rudal ke Suriah dengan meluncurkan 105 rudal yang ditembakkan dari udara dan laut. Serangan itu menyasar tiga lokasi yang diduga tempat fasilitas senjata kimia Suriah. Namun seorang pejabat intelijen Israel belakangan menyebut serangan itu gagal.

"Kalau Presiden Trump memerintahkan serangan itu buat menunjukkan respons AS atas penggunaan senjata kimia oleh Assad maka tujuan serangan itu tercapai," ujar pejabat intelijen itu kepada laman Ynetnews.

"Tapi kalau ada tujuan lain, seperti melumpuhkan kemampuan senjata kimia supaya Assad tidak menggunakannya lagi maka tujuan serangan itu tidak tercapai."

"Kalimat 'Misi Tercapai' dan 'serangan itu membuat Assad tidak punya lagi kemampuan membuat senjata kimia' tidak berdasar," kata pejabat itu mengomentari kicauan Trump di Twitter.

Laman Business Insider melaporkan, Rabu (18/4), serangan Jumat lalu tidak seperti serangan AS pada April 2017 yang menyasar jet Suriah atau pangkalan udara.

Israel diduga melancarkan serangan diam-diam yang cukup mematikan terhadap milisi Iran di Suriah.

"Kalau Anda mau menembak, tembak saja, tak usah bicara dulu," ujar si pejabat. "Dalam kasus ini, Amerika cuma ingin bicara. Mereka sendiri bilang tidak ada tindak lanjut dari serangan itu."

Setelah Trump berkicau di Twitter pekan lalu supaya Suriah bersiap dengan bakal datangnya serangan rudal, Rusia dan Suriah memindahkan aset militer mereka ke lokasi yang lebih aman supaya tidak jadi sasaran rudal.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP