Inspirator film \'Titanic\' ini pernah berkunjung ke Indonesia
Merdeka.com - Banyak orang sepertinya pernah menyaksikan film Titanic yang sempat dinobatkan film terlaris sepanjang masa. Bahkan beberapa sengaja lebih dari sekali menonton film itu. Para penggemar Titanic tentu juga mengidolakan tokoh utama Rose DeWitt Bukater yang dibintangi aktris Inggris Kate Winslet.
Namun tahukah anda bahwa kisah tokoh Rose di film itu dibikin berdasarkan sebuah kisah hidup orang yang benar-benar nyata, bahkan pernah berkunjung ke Indonesia?
Sosok perempuan tangguh yang memikat banyak lelaki dalam kehidupan nyata itu bernama Helen Churchill Candee. Lahir 5 Oktober 1858. Dia putri seorang pedagang yang mencintai kebebasan. Sempat menikah dan punya dua anak, Candee memilih bercerai karena sang suami suka memukul.
Pada masanya, dia seorang pegiat feminisme yang aktif, seperti diceritakan ulang surat kabar the Daily Mail, Senin (2/4). Candee menerbitkan buku panduan supaya perempuan bisa mencari uang sendiri. Tema bukunya sangat tidak lazim di zaman cuma lelaki yang boleh mencari nafkah.
Karena gemar bertualang, Candee memutuskan ikut pelayaran pertama Kapal Titanic yang nahas itu. Dia salah satu penumpang yang selamat.
Saat itu usianya 53. Beberapa bulan setelah tragedi itu, dia menerbitkan pengalamannya menjadi penumpang selamat di majalah Amerika Collier’s Weekly.
Nah, masalahnya kemudian, nyaris semua adegan-adegan kunci di film Titanic sama persis dengan apa yang ada di catatan yang ditulis Candee. Pengalaman selingkuh di kapal pesiar termahal di masanya itu? Candee mengalaminya, bahkan dengan empat orang lelaki sekaligus. Bedanya, semua penganggumnya juga seumuran.
Dilukis dalam keadaan telanjang? Ada pula, yang melakukannya adalah sang penggemar bernama Edward Kent, seorang arsitek.
Bagaimana dengan adegan paling terkenal berdiri di atas palka sambil merentangkan tangan? Candee benar-benar melakukannya di sore menjelang kapal itu menabrak gunung es bersama selingkuhan lainnya Hugh Woolner.
Selamat dari kecelakaan itu, Candee tidak kapok bepergian. Dia menjadi kontributor majalah National Geographic. Saat bertualang di awal Perang Dunia II, dia sempat berkunjung ke Indonesia, saat itu masih bernama Hindia Belanda. Dia dikabarkan singgah ke Sumatera, Jawa, dan Celebes (Sulawesi).
Selain mampir ke nusantara, dia juga pernah ke Kamboja, Jepang, dan China. Candee terus menulis dan keliling dunia sendirian. Dia wafat di usia 90 pada 1949.
Saat film Titanic diluncurkan pada 1997, sang sutradara sekaligus penulis skenario James Cameron bilang karakter Rose di filmnya hanya rekaan.
Dia mengakui cerita pengalaman Candee dan Rose selama menjadi penumpang Titanic sama persis. Cameron berdalih dia baru mengetahui kisah hidup Candee setelah film itu selesai diproduksi.
Banyak pihak meragukan pengakuan Cameron. Dia punya rekam jejak sebagai penjiplak gagasan cerita. Film arahannya yang dibuat dalam teknologi 3D, Avatar, banyak dituding menjiplak inti cerita rakyat Indian 'Pocahontas'.
Agaknya sebagai permintaan maaf secara tidak langsung, Cameron akhirnya menyertakan sosok Candee di film dokumenter terbarunya berjudul Ghost of the Abyss yang juga sedikit menyinggung tragedi Titanic. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya