Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini sosok pelaku teror penembak polisi di Paris

Ini sosok pelaku teror penembak polisi di Paris Pelaku teror Paris. ©2017 Splash News

Merdeka.com - Pelaku teror tewas diterjang timah panas dari kepolisian Paris. Namun, aksinya itu berhasil menewaskan seorang polisi dan melukai dua petugas lainnya. Penyerangan ini berlangsung sekitar pukul 9 malam, atau tepat pukul 2 dini hari waktu Jakarta.

Dilansir laman mirror.co.uk, Jumat (21/4), dari hasil penyelidikan polisi, pelaku diketahui bernama Karim Cheurfi. Dia merupakan pria kelahiran Prancis dan memiliki catatan kejahatan sejak beranjak dewasa.

Pada 2001, Karim pernah dipenjara 20 tahun setelah menembak dua polisi yang membekuknya usai mencuri mobil. Saat itu, dia menembak satu polisi dan seorang petugas lainnya dengan merebut pistol tidak lama ketika ditangkap. Kedua korban selamat.

Setelah menjalani hukuman selama 15 tahun, dia akhirnya dilepaskan pada 2016. Tidak ada laporan apapun yang menyebutkan dia terlibat dengan ekstremis Islam, namun namanya masuk ke dalam pantauan polisi.

Berdasarkan laporan BFMTV, dia mengungkap keinginannya untuk membunuh polisi lagi. Laporan lain juga menyebut Karim pernah ditangkap di Meaux, dekat Paris, setelah seorang informan menyebut pelaku mencari senjata untuk membunuh polisi.

Namun minimnya bukti membuat dia kembali dilepas.

Meski tidak terkait dengan kelompok teror, namun ISIS menyebut Karim sebagai 'prajurit khalifah', dan menamakannya 'Abu Yousuf the Belgian'.

Sebelum menembak mati seorang polisi, Karim sempat menuju lokasi kejadian di Champs-Elysees sekitar pukul 9 malam waktu setempat dengan menggunakan kendaraan Audi warna abu-abu. Satu polisi berusia 30 tahun tewas, dan dua lainnya terluka sebelum menembak mati pelaku saat akan melarikan diri.

Seorang pejalan kaki juga dilaporkan tewas.

Kejadian ini mengejutkan sejumlah turis di sana, mereka berlarian dengan panik. Lokasi penembakan juga dikenal sebagai lokasi favorit wisatawan mancanegara.

"Identitas penyerang telah diketahui dan terverifikasi," ujar Jaksa Francois Molins.

Beberapa jalan setelaj kejadian, polisi langsung menggerebek rumah Karim di Chelles. Hasilnya, ditemukan sejumlah senjata dan amunisi.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP