Ini skema bisnis minyak ISIS, rahasia sukses para militan
Merdeka.com - Kelompok militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) sanggup bertahan dari serangan intensif koalisi Barat pimpinan Amerika Serikat selama setahun terakhir. Kunci sukses ISIS, dari penelusuran Financial Times (17/10), masih bertumpu pada penjualan minyak jarahan dari daerah yang mereka kuasai. Uang hasil penjualan minyak mentah maupun solar, dipakai buat memasok logistik para mujahidin maupun menambah persenjataan.
Hasil wawancara dengan pemberontak Suriah, makelar minyak mentah Libanon, serta warga Irak, cadangan energi fosil paling besar yang dikuasai ISIS berasal dari Sumur al-Omar di Provinsi Deir Ezzor, sebelah timur Suriah. Militan berpaham Khilafah Islamiyah ini berhasil menggenjot produksi ladang minyak itu hingga 40 ribu barel per hari.
Uniknya, ISIS menjual minyak ini semurah mungkin kepada para penadah maupun makelar. Pembeli mayoritas etnis Arab. Satu barel minyak mentah 'cap khilafah' hanya dihargai USD 25 (setara Rp 336 ribu). Setelah dijual di pasar gelap Libanon maupun Turki segera meroket hingga USD 100 per barel.

Financial Times mencatat minyak jarahan ISIS ini tidak bisa diborong sembarangan. Peminat wajib mengisi formulir, lalu menunggu sebulan. Jika sudah tiba gilirannya, antrean mobil penadah mengular hingga 6 kilometer dari gerbang sumur minyak al-Omar, ungkap salah satu anggota pemberontak faksi Sunni Suriah asal Kota Aleppo yang pernah membeli langsung.
"Sangat ironis. Kami setiap hari melawan Presiden Basyar al-Assad dan ISIS sekaligus, tapi bahan bakar harus membeli dari (ISIS)."
"Kami tidak punya pilihan. Pejuang Pembebasan Suriah bukan kelompok kaya," imbuhnya.
Dengan bisnis jual murah minyak semacam itu, ISIS masih bisa menghasilkan USD 1,5 juta (setara Rp 20 miliar)
Ini peta area ladang minyak yang dikuasai ISIS

Uniknya, militan khilafah tidak boros menjual minyak demi meraup untung besar. Reporter Financial Times mempelajari bahwa ISIS bersiap untuk pertempuran jangka panjang dengan pelbagai pasukan yang mengepung mereka dari segala penjuru.
Ladang minyak di Kota Mosul, Irak, misalnya, hanya dipakai untuk memproduksi solar dan aspal, dipasok ke kota-kota yang mereka duduki. Diperkirakan ada 10 juta penduduk sipil di pelbagai kota yang dikuasai ISIS. Khilafah pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi itu berusaha menjalankan pemerintahan seperti biasa untuk meraih simpati warga.
Seorang ulama sepuh dari Kota Hawija, Irak, mengaku melihat sendiri bagaimana sistem produksi minyak ISIS sangat rapi. Sudah ada insinyur teknis, pemasar, serta 150 truk tanki untuk mengantar bahan bakar itu ke segala penjuru.
"Mereka sudah siap. ISIS sepertinya sejak lama bersiap mendulang uang dari sumur minyak yang mereka rebut," ungkapnya.
Jet-jet tempur Koalisi Barat, selain AS diperkuat Arab Saudi, Turki, dan Yordania, menyerang ladang-ladang minyak tersebut. Namun (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya