Ini rencana Obama usai lengser dari presiden Amerika Serikat
Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama dalam pidato terakhirnya di luar negeri, di Ibu Kota Lima, Peru, kemarin, mengatakan dia yakin dirinya bukan presiden terakhir dari Partai Demokrat.
Dalam pertemuan para kepala negara di forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Lima, Obama menuturkan Partai Republik tidak sepopuler seperti yang dibayangkan warga dunia. Buktinya, capres Demokrat Hillary Clinton unggul dalam perolehan popular vote atau suara pemilih mengalahkan Donald Trump dari Partai Republik.
Seiring masa jabatannya yang akan segera berakhir, Obama yakin mayoritas rakyat Amerika sepakat dengan posisi Partai Demokrat yang ingin menaikkan gaji minimum warga, memperketat kepemilikan senjata, dan biaya kesehatan yang terjangkau.
"Saya tidak khawatir akan jadi presiden terakhir dari Demokrat. Kandidat Demokrat (Hillary Clinton) menang popular vote," kata dia.
Ketika Obama masuk ke Gedung Putih pada 2009, Demokrat menguasai mayoritas kursi Senat dan DPR di Kongres. Namun pada 2010 dan 2014, mayoritas kursi DPR direbut oleh kubu Republik.
"Rencana saya dalam dua bulan ke depan menyelesaikan tugas saya. Lalu mengajak Michelle liburan, istirahat, meluangkan waktu bersama anak-anak saya, dan menulis, merenung," ujar Obama.
Dia menambahkan, Partai Demokrat kini harus memikirkan bagaimana menyampaikan pesan-pesannya agar sampai kepada rakyat Amerika secara keseluruhan.
Obama terpilih menjadi presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat pada pemilu 2008. Dia kemudian terpilih lagi untuk periode kedua pada 2012.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya