Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini pasukan elite yang seharusnya setia pada Erdogan

Ini pasukan elite yang seharusnya setia pada Erdogan turkish presidential guard. ©2016 pinterest.com

Merdeka.com - Seluruh dunia kembali dikejutkan upaya kudeta militer yang dilakukan sekelompok prajurit untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Setelah sempat menguasai beberapa titik, akhirnya aksi kudeta tersebut gagal. Rakyat Turki bersama dengan polisi melawan, sejumlah tentara pun dibekuk dan dijebloskan ke penjara.

Selain polisi dan rakyat, Erdogan juga dibekingi oleh pasukan elite. Mereka dikenal setia kepada setiap kepala negara, mereka pula yang berada di garis terdepan jika nyawa sang Presiden dalam bahaya.

Pasukan ini dikenal dengan nama Resimen Pengaman Presiden atau bernama asli Cumhurbaskanligi Muhafiz Alayi. Pasukan ini sendiri berdiri sejak 18 Juli 1920, dan usianya sudah mencapai 96 tahun. Tugas pertama yang mereka lakukan adalah menjaga dan mengamankan Presiden Turki Pertama, Mustafa Kemal Ataturk.

turkish presidential guard

Tak hanya itu, mulai 2014 lalu sejak Erdogan menduduki kursi kepresidenannya, resimen tersebut memiliki kekuatan tambahan dengan masuknya pasukan komando. Pasukan ini diintegrasikan dan ditempatkan di bawah perintah Resimen Pengamanan Presiden serta Panglima Angkatan Bersenjata Turki.

Pasukan komando ini telah menerima pelatihan khusus untuk misi pertempuran dari medan terberat itu menempati Istana Kepresidenan selama 24 jam. Keberadaan mereka membuat resimen tersebut bisa dikerahkan dengan cepat ketika pemerintahan diserang.

Namun sayangnya, pasukan yang seharusnya setiap kepada Erdogan ini malah sebagian di antaranya diduga terlibat dalam upaya kudeta. Akibatnya, pasukan elite tersebut terpaksa dibubarkan di direorganisasi kembali.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP