Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini kronologi pembebasan WNI disandera perompak Somalia

Ini kronologi pembebasan WNI disandera perompak Somalia Jalur pembebasan WNI di Somalia. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Empat anak buah kapal Naham 3 asal Indonesia telah dibebaskan dari penyanderaan perompak Somalia. Mereka disandera pada 26 Maret 2012 di perairan Seychelles.

Saat ditangkap, kapal ikan milik Taiwan yang dioperasikan perusahaan Oman ini memiliki 29 anak buah kapal yang disandera. Namun hanya 26 yang dibebaskan karena dua sandera meninggal akibat penyakit saat dalam sekapan, sedangkan sang kapten kapal tewas saat pembajakan dilakukan.

"Pada 23 Oktober 2016, para sandera dibebaskan, 26 ABK yang bebas berasal dari Filipina, Indonesia, Kamboja, Taiwan, China dan Vietnam," ujar Menlu Retno dalam jumpa pers di Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta, Senin (24/10).

Menlu Retno menyebutkan, empat warga negara Indonesia yang bebas adalah Sudirman (24) asal Batam, Supardi (34) asal Cirebon, Adi Manurung (32) asal Medan, dan Elson Pesireron (32) asal Medan. Sementara itum Nasirin (34) asal Cirebon meninggal dalam sekapan karena menderita malaria.

Lokasi pembajakan kapal tersebut adalah di sebuah perairan tepatnya 114 km sebelah selatan dari kepulauan seychelles. Kemudian, para sandera itu dibawa ke lokasi penyanderaan pertama, yakni di kota kecil yang bernama Hobyo tepatnya 511 km dari Mogadishu, Ibu Kota Somalia.

Setelah disekap di Hobyo, mereka kemudian dipindahkan ke tempat penyanderaan kedua di Budbud yang terletak 287 km dari Mogadishu. Selama hampir lima tahun, para sandera hidup terombang-ambing di tempat yang asing dan jauh dari keluarga.

Pemerintah Indonesia tidak berhenti melakukan upaya pembebasan. Akhirnya, dari tempat penyanderaan kedua dimulailah proses pembebasan. Para sandera dibebaskan dengan mobil yang dikendarai ke Galkayo Town, 689 km dari Mogadishu. Inilah safe house pertama setelah mereka dibebaskan.

Kemudian ke 26 ABK itu naik truk dengan kondisi yang mengenaskan karena harus berhimpitan dengan sandera yang lain. Mereka dibawa ke bandara Wajir yang terletak 620 km dari Nairobi, atau di perbatasan Kenya dan Somalia pada 23 Oktober pukul 3 sore waktu setempat.

Mereka kemudian diterbangkan ke Nairobi dan tiba pada 23 Oktober pukul 17.32 waktu setempat.

Di sana sudah menunggu Dubes RI Nairobi dan Tim Kemlu yang diketuai oleh Dir PWNI/BHI. Tim Kemlu telah berada di Nairobi sehari sebelum ketibaan sandera di Nairobi.

Menlu Retno mengungkapkan, keluarga korban sandera sudah diberitahu mengenai pembebasan mereka. Kini, para bekas sandera tersebut sedang menjalani tes kesehatan sebelum dipulangkan ke Indonesia. (mdk/che)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP