Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini Hasil Perundingan "Alot" Rusia-Ukraina di Turki

Ini Hasil Perundingan Pertemuan Tingkat Tinggi Menlu Rusia dan Ukraina di Turki. ©2022 Turkish Foreign Ministry/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Untuk pertama kalinya, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov bertemu timpalannya dari Ukraina, Dmytro Kuleba di Turki. Kedua Menlu ini melakukan pembicaraan untuk mencari solusi atas perang yang terjadi setelah Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari.

Namun perundingan di Turki ini belum mencapai kesepakatan gencatan senjata. Hal ini disampaikan Kuleba kepada wartawan setelah pertemuan dengan Lavrov pada Kamis.

Kuleba menyebut pembicaraan itu berjalan "alot".

Dikutip dari Russia Today, Jumat (11/3), Lavrov mengatakan Kiev diminta mengkaji usulan Rusia bagaimana mengatasi permusuhan antara kedua negara. Kuleba menegaskan kembali bahwa negaranya tidak ingin memenuhi permintaan Rusia.

Pertemuan di kota Antalya, Turki ini berbeda dengan perundingan damai yang difasilitasi Belarusia, pertemuan tiga babak tanpa hasil yang signifikan.

Lavrov menekankan, pertemuan pada Kamis ini bukan pengganti perundingan di Belarusia. Dia mengatakan tujuan Kiev dalam pertemuan untuk menciptakan daya tarik bahwa Ukraina melakukan yang terbaik di front diplomatik.

"Saya tidak kaget Bapak Kuleba membuat pernyataan bahwa kami tidak menyetujui gencatan senjata. Pertama-tama, tidak ada yang menegosiasikan itu di sini," kata Lavrov.

Menanggapi soal kemungkinan menggelar negosiasi pada level presiden, Lavrov mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy hanya untuk bertemu.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP