Ini harapan Korsel buat Kim Jong-un jelang pertemuan dua pemimpin
Merdeka.com - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akan mengadakan pertemuan puncak dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam beberapa hari mendatang. Jelang pertemuan tersebut, pejabat tinggi kedua negara juga mengadakan serangkaian pertemuan untuk mempersiapkan KTT tersebut.
"KTT ini akan diadakan pada 27 April mendatang. Untuk menyambut pertemuan itu, kami melakukan serangkaian pertemuan persiapan untuk membahas hal apa yang akan dibicarakan serta perencanaan lain yang lebih detail," kata Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom, di Kedutaan Besar Republik Korea, Jakarta Selatan, Senin (10/4).
Dubes Kim mengungkapkan salah satu isu yang sudah pasti akan dibahas oleh kedua pemimpin negara adalah tentang denuklirisasi. Sebagaimana diketahui, selama ini program senjata nuklir Korut telah menjadi kekhawatiran tersendiri bagi sejumlah negara.
"Terkait denuklirisasi pastinya akan dibahas oleh kedua pemimpin. Bagi Korsel, denuklirisasi adalah persoalan sangat penting dan inti. Sebelumnya kami juga sudah menyampaikan posisi Korsel terkait denuklirisasi kepada Korut, dan melalui KTT maka kedua negara akan memasuki langkah awal menuju denuklirisasi," paparnya.
Melalui KTT ini, Dubes Kim juga berharap untuk ke depannya hubungan kedua negara jadi membaik dan angin perdamaian bisa tercium di Semenanjung Korea.
"KTT ini adalah momen pertama dalam 11 tahun sejak terakhir pemimpin Korsel dan Korut mengadakan pertemuan. Memang, KTT ini adalah langkah awal, namun setalah ini kami berharap keberlangsungan komunikasi tetap dilanjutkan dan pertukaran kerja sama pun akan semakin banyak," harapnya.
"Kerja sama yang kami harapkan seperti membuka jalur kereta api dan tol ke Korut atau membuka jalur dari China, Rusia, dan Semenanjung Korea," lanjutnya.
Meski demikian, Dubes Kim menegaskan bahwa ini baru langkah awal. Menurutnya, masih terlalu dini untuk memandang ke depan hanya melalui satu pertemuan.
"Sekali lagi ini hanya langkah awal. Kami tidak bisa mengantisipasi terlalu optimis karena masih terlalu dini untuk menilai masa depan. Namun kami berhadap KTT ini bisa membuka jalan bagi Semenanjung Korea agar bisa merasakan sebuah musim yakni musim semi atau bisa juga dikatakan damai," pungkasnya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya