Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini deretan perang besar yang libatkan AS dan Rusia

Ini deretan perang besar yang libatkan AS dan Rusia perang vietnam. proboards.com

Merdeka.com - Serangan gas beracun yang terjadi Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib, Suriah, telah menewaskan lebih dari 70 warga sipil tewas, termasuk anak-anak. Kota tersebut memang dikuasai milisi pemberontak, hingga membuat banyak negara di dunia menuding penyerangan itu dilakukan pasukan loyalis Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Serangan itu mendorong Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk bertindak dan lebih terbuka melibatkan diri dalam perang saudara di Suriah. Dia memerintahkan tentaranya untuk menembakkan puluhan rudal Tomahawk dengan tujuan menghancurkan basis militer tentara loyalis Assad, terutama lokasi yang diduga menjadi tempat mempersiapkan serangan gas beracun tersebut.

Rudal tersebut ditembakkan dari dua kapal perang AS, yakni USS Porter dan USS Ross, sekitar pukul 08.40 waktu Washington atau sekitar pukul 07.40 WIB, Jumat (7/4) kemarin. Serangan dilancarkan terhadap pangkalan udara Shayrat di Homs, yang dikendalikan tentara Assad.

Rupanya serangan itu membuat Rusia murka, Kremlin segera mengumumkan akan melindungi Assad dengan cara apapun, termasuk memperkuat pertahanan udara agar kejadian serupa tak terulang lagi. Bahkan negeri Beruang Merah ini secara terang-terangan telah menerjunkan kapal perangnya ke perairan Suriah.

Ini bukan yang pertama kali AS dan Rusia terlibat dalam perang besar. Kedua negara ini beberapa kali berseteru dalam sejumlah pertempuran, meski tidak berhadapan langsung. Intervensi itu bisa berupa pengiriman senjata, ahli militer, tim medis dan lain-lain.

perang korea tahun 1950

Perang Korea

Perang di semenanjung Korea yang melibatkan AS tidak membuat Uni Soviet, kini Rusia, diam saja. Sejumlah upaya mereka lakukan demi mengubah jalannya pertempuran yang melibatkan pihak utara dan selatan.

Jika AS menerjunkan pasukannya. Rusia mengirimkan materi yang dibutuhkan dalam peperangan serta layanan kesehatan. Tak hanya itu, negara ini juga mengirimkan pilot sekaligus pesawat tempur Mig 15 untuk menggempur pertahanan Korsel dan AS. Tindakan ini bertentangan dengan Pasukan PBB.

Tentu saja operasi itu bersifat rahasia. Jika pesawat itu ditembak jatuh, maka pilot yang tertangkap tidak akan diakui sebagai bagian dari tentara Soviet.

Invasi Afghanistan

Aksi kudeta yang berlangsung di Afghanistan mendorong Uni Soviet untuk bertindak langsung dengan cara menginvasi negeri itu. Negeri Beruang Merah ini pun menerjunkan 80 ribu tentara yang kemudian meningkat menjadi 100 ribu personel, 1.800 tank dan 2 ribu kendaraan lapis baja.

Serbuan itu dikecam PBB, AS dan sekutunya. Tak ingin diam saja, pemerintah AS memberikan bantuan bagi Mujahidin berupa rudal Stinger, suntikan itu membuat para militan dapat menghancurkan 70 persen kekuatan Soviet dan Afghanistan.

Bantuan itu diberi nama Operasi Topan dan di bawah kendali penuh CIA. Lembaga ini mengeluarkan dana USD 20-30 juta setiap tahun, lalu dinaikkan menjadi USD 630 juta per tahun pada 1987, hingga akhirnya Soviet memilih menarik mundur seluruh tentaranya.

perang vietnam

Perang Vietnam

Ketakutan atas efek domino ideologi komunis di Asia Tenggara membuat Amerika Serikat melibatkan di tengah ketegangan antara Vietnam Utara dan Selatan, kekhawatiran itu terjadi karena Ho Chi Minh cenderung ke paham komunis. Kegagalan dalam perang di semenanjung Korea tidak membuat negeri adidaya itu berkecil hati dan langsung menerjunkan prajurit mudanya ke arena pertempuran yang tak akan dimenangkan itu.

Lagi-lagi Rusia tak mau diam saja menghadapi pesaingnya mengobrak abrik Vietnam, meski sebelumnya enggan terlibat secara langsung. Sama halnya dengan China, Soviet menjadi negara yang membantu Vietnam Utara. Mulai dari pilot, kru udara dan senapan anti-pesawat dilatih secara khusus oleh Soviet.

Terungkap juga sekitar 3 ribu personel tentara Soviet bertigas di Korea Utara antara tahun 1964-65 dan mereka dinilai ikut bertanggungjawab atas penembakan jatuh sejumlah jet tempur AS. Termasuk bantuan peralatan dan teknis bagi tentara Vietkong. Berbeda dengan Beijing yang ingin mendapat bayaran atas senjata yang dikirim, negeri Beruang Merah memberikannya secara cuma-cuma.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP