Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini curahan hati polisi yang angkat jasad bayi pengungsi Suriah

Ini curahan hati polisi yang angkat jasad bayi pengungsi Suriah Polisi Turki menggendong mayat bocah pengungsi tenggelam. ©YouTube

Merdeka.com - Mehmet Ciplak adalah polisi Turki yang kini terkenal gara-gara foto viral saat dia mengangkat bocah di pinggir pantai Turki. Dalam potret tersebut, dia terlihat sedih ketika melihat bocah tiga tahun bernama Aylan Kurdi tergeletak di tepi pantai.

Dia kemudian curhat pada agen berita Turki Dogan, dan mengatakan dirinya kala itu berdoa anak tersebut masih hidup.

"Ketika saya mendekatinya, saya berbicara pada diri sendiri 'Ya Tuhan saya harap balita ini masih hidup' namun balita ini tidak sama sekali menunjukkan tanda kehidupan, hati ini remuk seketika," ucapnya seperti dikutip dari laman Emirates247, Senin (7/9).

Lebih jauh Mehmet bercerita dia juga mempunyai anak berusia enam tahun. Lantaran kejadian itu, Mehmet membayangkan apa yang menimpa Aylan terjadi pada anaknya sendiri.

"Saya mempunyai anak laki-laki berusia enam tahun, pada momen itu saya berpikir bagaimana jika itu adalah anak saya, dan membayangkan menjadi sosok ayahnya, sangat tidak dapat diungkap dengan kata, sedih dan tragis," tuturnya dengan terbata dan menitikan air mata.

Tragedi pilu yang menggetarkan dunia lewat sebuah foto yang menangkap Mehmet dan sang balita, diakui bahwa dia tidak tahu menahu tentang siapa orang dibalik itu semua.

"Saya hanya menjalankan tugas saya kala itu," katanya.

Sebanyak 12 pengungsi diketahui tenggelam pada Rabu kemarin, saat dua perahu yang ditumpangi kala perjalanannya ke Yunani mengalami kecelakaan.

Tubuh balita tiga tahun Aylan tersapu hingga bibir pantai Bodrum di barat daya Turki, menambah catatan kelam krisi migran di Eropa.

Diketahui, Aylan telah dikubur pada Jumat kemarin di kota Kobane, Suriah, tempat dimana simbol perlawanan kelompok Kurdi di Suriah dalam memerangi militan ISIS.

Kakak Aylan, Galip (4) dan sang ibu, Rihana, juga ikut tenggelam ketika perahu mereka kecelakaan. Sang ayah, Abdullah merupakan satu-satunya anggota keluarga yang selamat dalam kecelaakaan perahu tersebut. Kini dia kembali ke Kobane untuk menguburkan istri beserta dua anaknya.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP