Ingin hemat listrik, Venezuela majukan waktu sentral 30 menit
Merdeka.com - Waktu Bagian Venezuela akan lebih cepat 30 menit dari biasanya. Situasi ini imbas kebijakan pemerintah pusat di Ibu Kota Caracas yang mencoba menghemat konsumsi energi nasional.
Kebijakan itu berlaku mulai 1 Mei mendatang. Channel News Asia melaporkan, Sabtu (16/4), dengan demikian waktu di Venezuela menjadi lebih lambat 4 jam dibanding Greenwich Meridian Time (GMT) yang menjadi acuan jam seluruh dunia. Jam di Venezuela nanti akan sama dengan Washington (AS) maupun Havana (Kuba).
Presiden Nicolas Maduro meyakini pemajuan jam akan mengubah kebiasaan masyarakat. Waktu kerja warga berakhir sebelum hari gelap.
"Harapannya ketika masyarakat selesai beraktivitas, hari masih terang. Kita tidak perlu menyalakan lampu," kata Jorge Arreaza, Menteri Sains dan Teknologi. Dari kajian pemerintah, warga sering menyalakan lampu, televisi, dan AC saat malam hari yang dianggap pemborosan listrik.

Pemajuan waktu ini adalah kebijakan kesekian dari Rezim Maduro demi menghemat anggaran serta konsumsi energi. Dua pekan lalu, sang presiden penerus mendiang Hugo Chavez itu berpidato meminta kaum perempuan tak lagi memakai pengering rambut elektrik.
Selain itu, Presiden Maduro juga mengubah Jumat menjadi hari libur agar aktivitas perusahaan tidak menyedot beban listrik terlalu besar. Selain itu, PNS dan BUMN Venezuela diminta hanya bekerja enam jam sehari.
Negara di Amerika Latin itu sebetulnya memiliki cadangan migas terbesar sedunia yang sudah terbukti. Namun pemerintah Venezuela menolak memakai minyak sebagai pembangkit listrik.
Kini situasi memburuk, lantaran krisis ekonomi tiga tahun terakhir bertambah runyam akibat El nino. Dilaporkan 18 PLTA di seantero Venezuela mengalami kekurangan debit air, sehingga pasokan listrik nasional terganggu. Maduro sampai sekarang menolak mengurangi subsidi listrik yang dianggap bisa mengatasi persoalan pasokan.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya