Inggris siaga satu usai teror bom, operasi khusus digelar
Merdeka.com - Ledakan bom mengguncang Kota Manchester, Inggris, pada Selasa (23/5) malam waktu setempat membikin pemerintah negara itu waspada. Mereka menyatakan menetapkan status siaga satu buat mengantisipasi jika ada serangan teror susulan.
Perdana Menteri Theresa May menyatakan peningkatan status terhadap teror itu dengan harapan mencegah aksi serupa di kemudian hari. Hal ini berarti penilaian terhadap potensi ancaman teror bertambah dari fatal sejak Juli 2007 dan sekarang menjadi kritis. Dia meminta warga sipil tidak perlu risau, apalagi khawatir dan panik karena tak lama lagi pemerintah bakal mengerahkan tentara buat berjaga di kota-kota.
"Polisi telah meminta izin Menteri Pertahanan buat menerjunkan pasukan supaya membantu mereka," kata May di kantornya di Downing Street, seperti dilansir dari laman The Guardian, Rabu (24/5).
Usai pertemuan darurat Cobra, May menyatakan aparat masih menelusuri dugaan ada pelaku lain dan jejaring lebih besar di balik aksi menewaskan 22 orang itu. Pemerintah, kata dia, kini menggelar operasi berjuluk Temperer yakni dengan menerjunkan lima ribu tentara buat menjaga keamanan di kota-kota di Inggris. Mereka bakal bertugas patroli bergantian dengan kewaspadaan tinggi bersama polisi.
Hingga saat ini, Kepolisian Inggris menduga pelaku bom bunuh diri itu adalah Salman Ramadan Abedi (22). Dia merupakan warga Manchester keturunan Libya. Dia kabarnya belum lama pulang dari tanah leluhurnya itu. Konon, Abedi direkrut dan dicuci otak oleh seseorang dan merakit bom secara mandiri dengan belajar dari Internet. Dari rekaman kamera pengawas terlihat, Salman meledakkan diri di depan pintu Manchester Arena, tak lama setelah konser penyanyi Ariana Grande selesai. Saat itu arus penonton keluar sedang dalam titik puncak.
Korban luka akibat insiden itu mencapai 59 orang. Polisi juga menggerebek kediaman Salman dan keluarganya. Di sana kabarnya mereka menemukan bahan peledak.
Kejadian itu menjadi titik balik bagi keamanan Inggris. Sebab, sejak ledakan bom pada 7 Juli 2005 lalu kebanyakan aksi teror berhasil digagalkan.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya