Indonesia panen kecaman usai eksekusi terpidana kasus narkoba
Merdeka.com - Eksekusi delapan terpidana mati kasus narkoba yang berlangsung dini hari kemarin membuat Indonesia mendapat banyak kecaman dari dunia Internasional, terutama dari negara-negara yang warganya dihukum mati di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Selain satu warga Indonesia, seluruh terpidana mati itu berasal dari Brasil, Ghana, Nigeria, Prancis, Filipina, dan Australia.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Romain Nadal menyatakan mereka menentang hukuman mati, dalam berbagai kasus dan kondisi. Warga Prancis bernama Serge Atlaoui, 51 tahun, termasuk salah satu dari terpidana mati itu. Namun karena proses hukumnya masih belum selesai dia belum dieksekusi.
Presiden Prancis Francois Hollande sudah memperingatkan dengan nada keras, Indonesia akan menghadapi konsekuensi diplomatik jika tetap mengeksekusi Atlaoui, seperti dilansir news.com.au, Rabu (29/4).
Brasil, melalui Wakil Menteri Luar Negerinya Sergio Franca Danese
menyatakan penyesalan yang mendalam atas dieksekusinya Rodrigo Gularte.
Dia juga mengatakan Brasil akan mengevaluasi hubungan dengan Indonesia akibat kejadian ini.
"Karena permohonan kami tidak dipenuhi, maka hal ini akan dievaluasi untuk menentukan bagaimana sikap kami terhadap Indonesia sejak sekarang," kata dia.
Yang paling bersuara lantang memang Australia. Sejak kasus ini ramai diberitakan, (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya