Indonesia makin dimusuhi, giliran warga Thailand protes bencana asap
Merdeka.com - Bencana kabut asap yang sebelumnya melanda Singapura dan Malaysia, sejak awal pekan ini turut dirasakan hingga Thailand. Salah satu wilayah paling parah mengalami serbuan asap tepatnya di Songkhla. Ini adalah kecaman kali kesekian dari negara tetangga kepada Indonesia, sebagai wilayah sumber api pemicu asap.
Tak tahan merasakan sesak napas serta aktivitas harian terganggu, 20 orang perwakilan warga yang bermukim di sekitaran Hatyai - Songkhla, mengirimkan surat protes kepada Wanney Fabiomata, staf Divisi Konsulat Komunitas dan Budaya Konsulat Jenderal Republik Indonesia. Dalam surat protesnya, warga Songkhla menegaskan kabut asap sudah mulai menjangkit kesehatan masyarakat.
"Termasuk anak kecil dan golongan usia lanjut sudah mulai terjangkit masalah pernapasan dan alergi, kami hanya dapat membayangkan bagaimana isu kabut asap ini bisa terpecahkan," seperti dikutip dari surat itu oleh kantor berita Bernama, yang dilansir dari laman The Star, Rabu (7/10).
"Kami berharap kepada anda sebagai jalur komunikasi kepada pemerintah Indonesia untuk segera bertanggung jawab dan memberi komitmen demi menyelesaikan hal ini, hanya Indonesia yang paham akan penyebab dan apa solusinya," sambung pernyataan warga dalam surat tersebut.

Diketahui Data angka Indeks Polusi di selatan Thailand pada Selasa, (6/10) mencapai status berbahaya bagi kesehatan. Di Satun yang indeks polusi mencapai angka 210 , Songkhla 163, Phuket 136. Semuanya di atas batas toleransi udara kotor yang boleh dihirup manusia normal.
Tiga provinsi di wilayah selatan Thailand jadi yang paling terganggu dengan serbuan asap dari hutan Sumatera yang sengaja dibakar bermacam perusahaan itu. Karena tidak terbiasa menghadapi kabut asap, penduduk Negeri Gajah Putih sejauh ini hanya memakai masker untuk beraktivitas di luar ruangan. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya