Indonesia kecam insiden bom ganda di Turki
Merdeka.com - Pemerintah Indonesia mengecam insiden bom yang meledak saat pawai di Turki kemarin, Sabtu (10/10). Bom tersebut menewaskan 95 jiwa dan sekitar 246 orang harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga menyampaikan bela sungkawa pada keluarga korban yang ditinggalkan. Dan juga menyampaikan rasa simpatinya kepada pemerintah dan rakyat Turki.
"Pemerintah Indonesia mengecam peristiwa ledakan bom di Ankara, dan menyampaikan simpati dan bela sungkawa kepada pemerintah dan rakyat Turki, khususnya keluarga korban," seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Pemerintah Indonesia juga sudah berkoordinasi dengan perwakilan RI di Ibu Kota Ankara, dan hingga saat ini tidak ada informasi mengenai korban WNI. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara pun terus melakukan koordinasi dengan otoritas Turki, untuk mengetahui perkembangan dan proses identifikasi korban.
Insiden peledakan bom ini terjadi di tengah-tengah pawai warga etnis Kurdi di Ibu Kota Ankara, Turki kemarin. Juru kamera stasiun televisi NTV yang merekam pawai warga Turki itu mendengar dua kali suara ledakan di tempat berbeda. Jarak antar ledakan hanya hitungan detik.
Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengumumkan tiga hari berkabung melalui konferensi pers, seperti dilansir Reuters, Sabtu (10/10). Ahmet juga mengatakan akan mengadili dan menghukum para pelaku seberat-beratnya. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya