Indonesia kecam aksi teror di Iran
Merdeka.com - Beberapa pekan terakhir, dunia diramaikan dengan aksi teror keji di berbagai belahan dunia. Indonesia, Inggris, Irak, Afghanistan, dan yang baru saja terjadi, Iran.
Indonesia mengecam aksi teror di Teheran, Iran yang tewaskan 12 orang dan melukai puluhan lainnya. Melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Indonesia menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban. Hal ini disampaikan lewat sambungan telepon kepada Menlu Iran.
"Indonesia menegaskan kembali bahwa aksi teror merupakan suatu bentuk tindak kriminal yang tidak dapat dibenarkan, apapun alasan yang memotivasinya, di mana pun dilakukan, kapanpun dan oleh siapapun," demikian dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri diterima merdeka.com, Kamis (8/6).
Sementara itu, KBRI Teheran juga terus mengikuti perkembangan situasi dan melakukan koordinasi dengan otoritas terkait. Sampai saat ini, tidak ada informasi warga negara Indonesia menjadi korban aksi teror itu.
KBRI Teheran juga memberikan nomor hotline bagi WNI yang memerlukan informasi terkait situasi dan kondisi di sana, di nomor +989121891952.
Kepada para WNI di Teheran, Pemerintah Indonesia mengimbau untuk selalu waspada dan menghindari kawasan berpotensi jadi sasaran aksi teror.
Pria bersenjata melancarkan serangan di Gedung Parlemen Iran kemarin. Tak hanya itu, di waktu sama ada serangan terjadi di Makam Ayatollah Khomeini di Teheran Selatan.
Akibat serangan ini, 12 orang tewas dan puluhan lain terluka. Kelompok radikal Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya