Indonesia dukung Filipina hadapi sengketa Laut China Selatan
Merdeka.com - Sejak menerima kehormatan untuk memegang posisi Ketua ASEAN di 2017, segala pergerakan diambil oleh Filipina terus menjadi sorotan. Apalagi, kepemimpinan Filipina bertepatan dengan situasi regional yang bergejolak saat ini.
Indonesia, yang dalam polemik ini senantiasa berperan sebagai penengah terus mendorong dan mendukung agar Filipina bisa menjalani kepemimpinan yang baik.
"Hal terpenting itu bagaimana Filipina yang dalam hal ini bertindak sebagai ketua ASEAN dapat mewujudkan semua cetak biru lewat sebuah tindakan yang nyata. Maksud kami tentu dalam menghadapi segala tantangan terutama di kawasan," kata Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri, Jose Tavares, pada acara diskusi ASEAN bertajuk Filipina sebagai ketua ASEAN 2017 di Habibie Centre, Jakarta Selatan, Kamis (26/11).
Dukungan tersebut, kata Jose, tentunya tak lepas juga dengan peran Indonesia dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan demi terciptanya persatuan dan kesatuan ASEAN, dengan cara terus bekerja sama dengan Ketua ASEAN saat ini.
"Dalam hal ini kita boleh sedikit mempelajarinya dari konstitusi di Eropa. Di mana mereka bisa menerjemahkan segala prioritas tematik ke sebuah tindakan," sebutnya.
Namun, ada satu hal yang Indonesia tekankan kepada Filipina, yakni persoalan sengketa di Laut China Selatan yang masih belum menemukan titik terang.
"Kami terus mendorong Filipina salah satunya adalah pembuatan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama dalam Lingkup Asia Tenggara. Dalam hal ini, yang paling diutamakan adalah penyelesaian persoalan di Laut China Selatan," tuntasnya. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya