Indonesia diminta berperan soal pelanggaran HAM di Korea Utara
Merdeka.com - Pagelaran Pekan Hak Asasi Manusia (HAM) Korea Utara oleh Aliansa Warga untuk Hak Asasi Korea Utara (NKHR) di Indonesia kini menginjak kali kedua.
Dalam agenda yang diselenggarakan dari tanggal 15 hingga 20 September ini difokuskan membahas lebih dalam peranan negara-negara sahabat, khususnya Indonesia yang diketahui sangat menjunjung tinggi HAM di negaranya.
Pelapor Khusus PBB untuk HAM di Korea Utara, Marzuki Darusman diketahui turut hadir dalam acara yang dibuka di Cafe Dia.Lo.Gue Art Space, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (15/9).
"NKHR hadir demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan situasi HAM yang sedang terjadi di Korut," tutur Kim Suk Woo, Mantan Menteri Unifikasi Korea dan Badan Penasehat NKHR.
Selain itu, dalam acara ini turut dihadirkan dua warga negara Korea Utara yang menjadi korban pelanggaran HAM di Korut.
Kim Hyeok, seorang mantan narapidana Korea Utara, dan Kang Chunyok seorang pemuda yang diketahui berhasil melarikan diri dari kerasnya kehidupan diktator ala Kim Jong-un.
Mereka berdua menuturkan betapa tersiksanya hidup menjadi rakyat Korut yang kelaparan, serba kekurangan, hingga masuk penjara.
Lebih jauh, Lembaga Studi dan Advokasi masyarakat (ELSAM) juga turut aktif dalam penyelenggaraan pekan HAM Korut yang kedua ini. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya