Indonesia berjanji lebih aktif damaikan konflik Laut China Selatan
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, selama 71 tahun kemerdekaan, Indonesia terus berkontribusi dalam perdamaian dunia. Presiden Jokowi dalam pidatonya di Gedung MPR/DPR, menyebutkan Semangat Indonesia menyerukan ajakan toleransi dan perdamaian dalam berbagai pertemuan komunitas internasional.
"Kita terus mendorong penyelesaian konflik internasional secara damai, seperti semangat yang kita bawa saat menyerukan ajakan toleransi dan perdamaian dalam berbagai pertemuan dengan negara-negara Arab dan dengan Amerika Serikat," kata Jokowi di Senayan, Selasa (16/8).
Perdamaian tersebut diserukan Indonesia melalui jalur dialog, bahkan dengan menggunakan media sosial.
Tak hanya di negara Arab dan Amerika Serikat, Indonesia juga menyerukan perdamaian konflik di Laut China Selatan antara Beijing dengan negara-negara anggota ASEAN. Menurut Presiden Jokowi, negosiasi dan upaya damai harus disepakati pihak-pihak yang berseteru.
"Begitu pula Indonesia terus terlibat aktif dalam mendorong penyelesaian perselisihan di Laut Tiongkok Selatan melalui negosiasi dan upaya damai paska penetapan Mahkamah Arbitrase Internasional di Den Haag," sambung mantan gubernur Jakarta ini.
Selama 71 tahun kemerdekaan, ucap sang presiden, Indonesia terus menyerukan pemenuhan hak-hak kemerdekaan rakyat Palestina. Indonesia bahkan membuka Konsulat Kehormatan di Ramallah sebagai bentuk dukungan kepada rakyat Palestina untuk merdeka.
Politik luar negeri bagi presiden Joko Widodo merupakan aspek strategis ketiga Indonesia. Dengan diplomasi yang kuat, pemerintah dapat mempercepat penjajakan berbagai kerja sama di semua bidang internasional.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya