Indonesia bantu pembangunan kembali Suriah pasca konflik
Merdeka.com - PT Wijaya Karya (WIKA) berkomitmen untuk membangun kembali Suriah pasca konflik berkepanjangan. Pemerintah Suriah sendiri sudah menyatakan akan memberikan dukungan dan kemudahan bagi Indonesia dalam pembangunan di sana.
Salah satu perwakilan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia tersebut bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Suriah Husein Arnous di Damaskus kemarin, Jumat (9/9).
"Kami mulai mencanangkan program Rebuild Syria (membangun kembali Suriah) pasca kehancuran oleh para teroris. Dan kami sangat berharap PT WIKA dari Indonesia dapat terlibat dalam pembangunan pasca konflik,” ucap Husein Arnous.
“Prioritas Pemerintah Suriah adalah pembangunan gedung yang hancur, seperti rumah, saluran air, rumah sakit, dan sekolah,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ir. Bimo Prasetyo, Manajer Divisi Operasi Timur Tengah dan Afrika Utara PT WIKA, menyampaikan bahwa WIKA telah berpengalaman tinggi pada proyek konstruksi cepat pasca bencana.
“Menghadapi tantangan yang serupa dengan kerusakan Suriah pasca konflik, WIKA berpengalaman dalam pembangunan Aceh pasca bencana tsunami pada 2004 silam. Selain itu, WIKA juga kini dipercaya oleh banyak negara untuk mengerjakan proyek penting, seperti mall dan jembatan di Malaysia, jalan tol di Myanmar, bandara di Thailand, juga Libya, Timor Leste, dan Dubai,” jelas Bimo Prasetyo.
Duta Besar Indonesia untuk Suriah, Djoko Harjanto mengatakan hubungan Indonesia-Suriah mencapai titik yang sangat baik. Pasalnya, hingga kini hanya Kedutaan Besar RI yang masih tetap bertahan di Damaskus.
“Tinggal bagaimana kalangan bisnis di Indonesia dapat memanfaatkan peluang besar di Suriah yang telah terbuka lebar ini menjadi keuntungan ekonomi,” ujar Dubes Djoko.
Suriah mengalami konflik berkepanjangan sejak tahun 2012 dan semakin diperparah dengan munculnya kelompok teroris ISIS yang berpusat di kota Raqqah Suriah. Kota-kota penting di Suriah hancur akibat serangan mortar dan bom, seperti Aleppo, Idlib, juga beberapa titik penting di Ibu Kota Damaskus. Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang mempertahankan misi diplomatiknya dengan kepala perwakilan duta besar di Damaskus.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya