Indonesia bangun kerja sama maritim dengan Australia
Merdeka.com - Demi memperkuat hubungan komprehensif dan kerjasama dengan Australia, Presiden Joko Widodo akan melakukan kunjungan kenegaraan balasan ke Australia. Rencananya, kunjungan ini akan berlangsung pada 6 - 8 November.
Dalam kunjungan ini presiden akan didampingi oleh menteri luar negeri, menko polhukam, menko perekonomian, menteri perdagangan, menteri sekretaris negara, menteri sekretaris kabinet, kepala badan koordinasi penanaman modal, dan kepala badan ekonomi kreatif.
Adapun yang menjadi fokus kunjungan kali ini adalah menyepakati kerjasama di bidang perdagangan dan investasi, peningkatan kerjasama di bidang keamanan pangan, kerjasama maritim, kerjasama kontra-terorisme, dan keamanan siber.
"Saat ini ada dua kerjasama yang sudah pasti kita jajaki, pertama deklarasi kerjasama maritim, kedua kemitraan pembangunan infrastruktur," kata Edi Yusup, Direktur Asia Timur dan Pasifik, di gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (3/11).
Sejauh ini MoU yang sudah pasti ditandatangani adalah kerjasama dalam pembangunan infrastruktur. Sedangkan untuk kerjasama maritim, pemerintah akan melakukan negosiasi lagi dengan Negeri Kanguru.
Pada kesempatan tersebut, Jokowi akan bertemu dengan Perdana Menteri Australia Malcom Turnbul, Pemimpin Oposisi, dan Gubernur Jenderal Australia.
Selain itu, orang nomor satu di Indonesia itu juga akan menyampaikan sambutan di hadapan parlemen Australia. Selanjutnya, Jokowi akan mengunjungi pengusaha bonafid Australia yang akan menanam modal di Indonesia.
"Sejauh ini, minat pengusaha Australia di Indonesia sangat tinggi. Meski belum terlalu tinggi jika dibandingkan negara lain, tapi sudah bisa dikatakan cukup tinggi," pungkas Edi. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya