Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Imbas kebijakan Trump, imigran gelap asal Meksiko turun drastis

Imbas kebijakan Trump, imigran gelap asal Meksiko turun drastis imigran meksiko nekat terobos perbatasan as di texas. ©2017 AFP Photo/John Moore/Getty Images

Merdeka.com - Kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump membuat angka imigran gelap asal Meksiko turun drastis hingga 40 persen. Angka ini merupakan yang terbesar sejak Trump menduduki jabatannya menggantikan Barack Obama pada 20 Januari lalu.

"Aliran penyeberangan ilegal di perbatasan yang diukur atas dasar kekhawatiran dan pencegahan kedatangan ilegal ternyata mengalami penurunan 18.762 orang pada Februari dari 31.578 orang di bulan Januari," ujar Menteri Keamanan Dalam Negeri John Kelly said dalam keterangan resminya, seperti dilansir Reuters, Kamis (9/3)

Tak hanya mengadang masuknya penerobosan di perbatasan selatan, Trump juga ingin mendeportasi imigran gelap yang jumlahnya diperkirakan mencapai 11 juta orang.

Kelly melanjutkan, Badan Bea Cukai dan Pengamanan Perbatasan AS telah menyusun data tersebut, di mana terjadi peningkatan kekhawatiran antara 10 sampai 20 persen imigran gelap dari Januari sampai Februari.

Namun, setelah Trump menandatangani pembangunan tembok di perbatasan AS-Meksiko di sepanjang 3.200 km pada 25 Januari lalu, kemudian meningkatkan pendanaan bagi negara bagian dan kota yang menjadi surga bagi imigran gelap, dan menambah jumlah agen imigrasi ternyata memberikan pengaruh besar.

"Sejak pemerintah mengimplementasikan Perintah Eksekutif untuk menegakkan undang-undang imigrasi, kekhawatiran dan aktivitas ilegal kini berada di titik terendah setidaknya dalam lima tahun terakhir," tutupnya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP