Imam Besar Al Azhar sebut terorisme penyakit psikologis
Merdeka.com - Aksi terorisme yang terjadi di berbagai tempat di belahan dunia terkadang dikaitkan dengan ajaran satu agama. Namun rupanya, terorisme merupakan suatu penyakit intelektual dan psikologis yang selalu mencari kebenaran atas keberadaannya. Hal itu diungkapkan oleh Imam Besar Al-Azhar Ahmed el-Tayeb.
"Terorisme dan kekerasan adalah dua hal yang bertentangan. Kelompok bersenjata yang mengatasnamakan agama merupakan pengkhianat kepada agama dan negara, dan diri mereka sendiri," kata Tayed kepada Asharq Al-Awsat, Kamis (13/4).
Tayeb menuturkan, saat ini Islam dan juga Arab tengah menderita akibat suatu wabah yang dibawa oleh kelompok teroris. Padahal kelompok itu tidak ada hubungannya dengan dogma, Islam, syariah, perilaku, sejarah dan budaya Islam.
"Sebaliknya, kelompok bersenjata telah meninggalkan ajaran Alquran dan Sunnah Islam, dan mengadopsi barbarisme sebagai metodologi, sekte, dan kepercayaan baru," ungkapnya.
Menurut Tayeb seharusnya semua orang menyadari bahwa terorisme tidak ada kaitannya dengan agama dan identitas tertentu. Jadi, tidak adil untuk membawa-bawa atribut Islam seperti "Allahu Akbar" saat mereka melakukan aksinya.
Tayeb juga menyerukan umat Muslim dan non-Muslim untuk bersatu melawan terorisme dan ekstremisme dan mengintensifkan kerja sama untuk memberantas "wabah" mematikan ini.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya