Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ilmuwan: Virus Corona Bertahan Lebih Lama di Suhu Dingin, Waspada Impor Makanan Beku

Ilmuwan: Virus Corona Bertahan Lebih Lama di Suhu Dingin, Waspada Impor Makanan Beku Ilustrasi virus corona. ©istimewa

Merdeka.com - Seorang ahli menyampaikan suhu rendah dapat memperpanjang masa hidup virus corona penyebab Covid-19, seperti dilaporkan Kantor Berita Xinhua.

"Virus Covid-19 dapat bertahan hingga 21 hari di lingkungan bersuhu rendah seperti yang kami amati," jelas Liu Yu, anggota tim ahli nasional Covid-19 dari Komite Kesehatan Nasional.

"Semakin lama ia hidup, semakin besar kemungkinan orang akan terinfeksi," lanjutnya, dikutip dari laman CGTN, Senin (31/1).

Liu memimpin tim yang mengumpulkan data angka infeksi Covid global dan korelasinya antara angka infeksi dan suhu.

"Penelitian menunjukkan kasus infeksi naik 0,3 persen ketika suhu turun setiap 1 derajat Celcius," jelas Liu.

Temuan penelitian ini mungkin meningkatkan kekhawatiran jika produk yang dikirim melalui

Temuan penelitian dapat menimbulkan kekhawatiran soal apakah beku impor aman untuk dikonsumsi. Produk segar atau beku impor di China saat ini meningkat pesat menjelang Festival Musim Semi.

Risiko infeksi kecil

Data dari platform perdagangan online, JD.com. menunjukkan pendapatan buah ceri impor dari 9-25 Januari meningkat 282 persen YoY (year of year), sementara makanan laut beku impor melonjak 200 persen.

Para ahli mengatakan, untuk menghentikan semua jaringan impor makanan beku tidak mungkin karena banyak produk seperti produk segar, daging dan makanan laut sangat bergantung pada jaringan layanan tersebut.

"Jika kami menghentikan layanan rantai dingin internasional, bisnis akan ditutup," ujar Sekjen Komite Logistik Rantai Dingin Federasi Logistik dan Pembelian China, Qin Yuming.

"Sumber daya yang besar akan terbuang sia-sia, dan sekitar 300.000 pekerja industri tidak akan memiliki pekerjaan, menyebabkan kehancuran besar pada ekonomi dan industri," paparnya.

Liu mengatakan, kemungkinan konsumen terinfeksi dengan mengonsumsi produk beku cukup kecil.

"Risiko infeksi berasal dari proses bongkar muat produk," kata Ke Rui, perwakilan bisnis medis JD ColdChain, perusahaan logistik di bawah JD.com.

Ke mengatakan disinfeksi pada penutup paket produk impor beku dapat secara efektif mengurangi risiko penyebaran virus. Liu menyarankan untuk membeli produk beku dari pasar resmi dan berkualitas dan menghindari mengonsumsi secara mentah.

"Ini akan banyak membantu menghindari penyakit terkait," jelas Ke.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP