Ilmuwan Pengembang Vaksin Covid-19 Optimis Pandemi Bisa Dihentikan Akhir 2021
Merdeka.com - Hampir setahun dunia bertarung dengan pandemi virus corona. Harapan baru muncul pandemi akan segera berakhir dengan kabar baik vaksin virus corona yang memiliki efektivitas 95 persen. Optimisme pandemi akan segera berakhir juga disampaikan ilmuwan yang berada di balik pengembangan vaksin virus corona.
Pendiri BioNTech, perusahaan Jerman yang mengembangkan vaksin Covid-19 bersama perusahaan farmasi raksasa Amerika Serikat (AS), Pfizer, menyampaikan pada Jumat, mereka optimis pandemi virus corona bisa dihentikan sampai akhir tahun depan atau 2021.
"Tak ada pilihan lain," kata CEO BioNTech, Ugur Sahin dalam sidang Majelis Umum PBB terkait Covid-19 melalui saluran video.
"Kita harus berhasil dan kita akan mencapainya," ujarnya optimis, seperti dikutip dari South China Morning Post, Minggu (6/12).
Optimisme yang sama juga diungkapkan pendiri BioNTech lainnya, Ozlem Tureci. Istri Sahin ini mengatakan dia juga "sangat optimis", asalkan mereka yang bertanggung jawab atas pengembangan dan distribusi vaksin dimobilisasi.
Sahin mengatakan, ketika dia membaca artikel ilmiah tentang virus corona pada Januari, dia menyadari hal tersebut hal yang serius.
"Saya menghampiri Ozlem dan mengatakan kepadanya wabah baru ini kemungkinan besar akan menjadi pandemi," ceritanya.
Setelah menyadari wabah akan semakin meluas, pasangan ini meminta perusahaan mereka untuk berhenti fokus hanya pada pengembangan obat kanker.
"Kami mampu meyakinkan semua orang dan memulai pada hari yang sama," ujar Sahin.
Mereka mengatakan, sejak saat itu, pasangan ini dan tim mereka bekerja keras sepanjang malam dan akhir pekan.
BioNTech pernah menjadi perusahaan bioteknologi kecil yang relatif tidak dikenal yang mengkhususkan diri pada teknologi mRNA yang baru lahir yang berbasis di kota Mainz, Jerman.
Sekarang vaksinnya, yang dibuat dengan Pfizer dan terbukti 95 persen efektif melawan Covid-19, telah menerima persetujuan darurat di Inggris dan menunggu persetujuan di negara lain.
Tureci mengatakan masih ada "banyak tantangan" ke depan, termasuk memahami bagaimana cara mendistribusikan vaksin dan menyediakannya secepat mungkin.
Kepala PBB Antonio Guterres dan hampir 100 pemimpin dunia berpidato di sidang khusus PBB selama dua hari tentang pandemi.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya