Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ilmuwan Pecahkan Misteri Seputar Migrasi Belut Purba

Ilmuwan Pecahkan Misteri Seputar Migrasi Belut Purba ilustrasi belut. liputan6.com

Merdeka.com - Para ilmuwan telah menguraikan misteri seputar migrasi hewan belut purba. Setiap tahun, belut meninggalkan sungai-sungai Eropa dalam perjalanan migrasi epik menuju Laut Sargasso di Atlantik Utara untuk berkembang biak sekali, kemudian mati. Teori ini sejak lama diduga para ilmuwan, tapi belum ada bukti langsung.

Dengan memasang tanda satelit pada belut, para peneliti melacak hewan tersebut di rute terakhir yang mereka tuju saat bermigrasi. Menurut para ilmuwan, informasi tersebut akan membantu upaya konservasi spesies yang terancam punah tersebut.

"Ini pertama kalinya kami bisa melacak belut ke Laut Sargasso dan kami gembira kami memiliki bukti langsung pertama belut Eropa dewasa mencapai tempat bertelur mereka," jelas Ros Wright dari Badan Lingkungan Hidup Inggris yang memimpin penelitian, dikutip dari BBC, Minggu (16/10).

"Perjalanan mereka akan mengungkap informasi tentang migrasi belut yang tidak pernah diketahui sebelumnya," lanjutnya.

Belut Eropa menghadapi banyak bahaya sepanjang siklus hidupnya, termasuk perubahan di laut yang disebabkan perubahan iklim dan polusi.

Spesialis belut Badan Lingkungan Hidup Inggris, Dan Hayter telah memantau belut di Sungai Blackwater, Essex selama 20 tahun dan melihat adanya penurunan drastis sepanjang waktu tersebut.

"Kami menangkap belut di sini setiap tahun," ujarnya.

Namun tangkapan saat ini sangat kecil. Dia mengatakan ada penurunan 95 persen sejak tahun 1980-an.

Renungan Aristoteles

Belut sampai di sekitar pantai Eropa sebagai makhluk kecil, rapuh, dan transparan, setelah melintasi Atlantik selama dua atau tiga tahun dari Laut Sargasso. Mereka beradaptasi ke air tawar dan tumbuh di sungai, mencapai panjang sampai 1 meter, sampai mereka siap untuk berenang ke tempat mereka berkembang biak lalu mati.

Sampai saat ini, sangat sulit untuk mempelajari migrasi belut yang melintasi lautan; penelitian sebelumnya telah melacak belut dewasa sampai ke Azores, tetapi dari sana jejaknya menjadi lenyap.

Para peneliti saat ini menandai belut dewasa di Azores, menunjukkan bahwa mereka dapat berenang sampai ke Laut Sargasso.

Mengungkap rute yang diambil dan menemukan tempat bertelur sangat penting untuk memahami alasan di balik penurunan jumlah spesies ini dan untuk menginformasikan tindakan konservasi. Penelitian terkait migrasi belut ini dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports.

Siklus hidup belut sejak lama menjadi teka teki para ilmuwan. Bahkan filsuf Yunani Aristoteles merenungkan asal usul hewan ini, menyimpulkan belut muncul begitu saja dari dalam lumpur.

Hampir 100 tahun lalu, diasumsikan bahwa tujuan migrasi hewan ini adalah Laut Sargasso di Atlantik barat dekat Bahamas, tapi sampai saat ini bukti-bukti untuk memperkuat asumsi itu masih kurang.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP