Ikut Konferensi Paris, RI dorong solusi dua negara Palestina-Israel
Merdeka.com - Pemerintah Indonesia menghadiri Konferensi Tingkat Menteri di Paris yang membahas perdamaian Palestina-Israel. Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi mengatakan pemerintah mendukung agenda pertemuan tersebut.
Indonesia diundang khusus untuk hadir dalam Konferensi Paris yang dihelat sejak kemarin. Selama ini Indonesia sebagai negara mayoritas muslim terbesar dunia mendorong adanya dukungan politik serta bantuan kemanusiaan global terhadap Palestina agar lepas dari pendudukan Israel.
"Diundangnya Indonesia adalah bukti dari pengakuan masyarakat international terhadap peran aktif kita," kata Retno, dalam keterangan pers tertulis, Sabtu (4/6).
Sebelum mengikuti konferensi itu, Indonesia sudah beberapa kali menggelar forum regional maupun internasional mendukung Palestina. Misalnya saja KTT Luar Biasa OKI mengenai Paletina dan Al-Quds Al-Sharif di Jakarta Maret lalu.
Perwakilan RI di PBB ikut menjadi sponsor agar Palestina diterima menjadi sebagai anggota pengamat. RI turut mendukung pengibaran bendera Palestina di Markas Besar PBB tahun ini.
Salah satu poin Konferensi Paris adalah memaksa semua pihak mengimplementasikan inisiatif damai Arab Saudi 2002 ke meja perundingan.
Seandainya perjanjian itu diteken, maka negara-negara Arab sekutu Palestina wajib mengakui kedaulatan Israel. Sebagai gantinya pasukan Negeri Zionis harus ditarik mundur dari wilayah pendudukan pasca-1967, lalu membantu pembentukan negara Palestina berdaulat di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Retno berharap tujuan konferensi Paris dapat terwujud.
"Masyarakat internasional perlu dorong semua upaya guna tercapainya kesepakatan solusi dua negara bagi perdamaian Palestina-Israel berdasarkan batas kedua negara tahun 1967 sesuai Resolusi PBB," ujar menlu.
Hadir dalam pertemuan ini antara lain Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, dan Utusan Khusus Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini.
Presiden Francois Hollande menyatakan harus ada hasil nyata dari pertemuan ini, dalam sambutannya di hadapan delegasi dari 29 negara dan organisasi internasional yang menjadi peserta forum. Harapannya Israel-Palestina bersedia kembali merundingkan peta damai sebelum 2017.
"Solusi dua negara adalah tujuan utama pertemuan ini. Dan pertemuan kita sekarang adalah upaya mempercepat proses perdamaian Israel-Palestina," kata Hollande.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya