Ibunya dikira berutang, bocah penderita epilepsi dikeroyok penagih
Merdeka.com - Bocah 11 tahun penderita epilepsi dikeroyok tiga pria yang merupakan penagih utang. Bocah tersebut dipukuli karena ibunya dituding tidak membayar uang pinjaman dari bank. Insiden itu terjadi di Yekaterinburg, Rusia.
Irina, nama ibu bocah tersebut, mengatakan sebelum aksi pemukulan terjadi, para penagih utang tak dikenal itu sempat menumpahkan bir ke kepala anaknya. Pelaku juga bahkan menyuruh anaknya merokok. Padahal menurut Irina, utang itu bukan milik dia melainkan kakaknya sendiri.
Irina diketahui mempunyai kembaran identik bernama Olga. Dia yakin, kakaknya lah yang sebenarnya dicari oleh para penagih utang tersebut. Sebab, pada 2011 lalu, kakaknya mengajukan pinjaman dari bank untuk membeli mobil.
"Dia memiliki nama keluarga yang sama seperti saya, tanggal lahir yang sama dan dia terdaftar di tempat yang sama dengan saya," kata Irina seperti dilansir dari laman Rusia Today, Senin (10/4).
Merasa telah mendapatkan perlakuan tak menyenangkan, Irina melaporkan kejadian itu ke polisi. Selain itu, dia pun sudah mendapatkan bukti dari bank terkait bahwa dirinya memang tidak memiliki utang.
Kini polisi setempat yang tergabung dengan Komisi Investigasi Rusia tengah memburu ketiga pelaku. Ketiganya dituding telah melakukan pemerasan uang dan pemukulan terhadap orang tidak berdaya.
"Semua keadaan akan diperiksa dengan teliti," kata Aleksandr Shuryga, kepala senior kantor kejaksaan.
Sementara itu, sejak dipukuli, anak Irina mengalami trauma dan menolak untuk berbicara kepada siapapun selain dirinya.
"Gleb adalah anak yang istimewa. Dia belajar di sekolah khusus karena mengalami masalah mental dan epilepsi perkembangannya jadi sedikit tertunda," ungkap Irina.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya