Hukuman sepadan bagi perampas kehormatan
Merdeka.com - Dalam waktu setahun, sejak Desember tahun lalu, kehidupan keluarga mahasiswi korban pemerkosaan di sebuah bus di New Delhi, India, banyak berubah. Kini sang ayah dan ibu mereka sering tampil diundang di acara televisi dan menghadiri upacara penghargaan untuk memperingati kematian putri mereka. Lingkungan sekitar kini mengenal siapa mereka.
Kini kehidupan materi mereka jauh lebih baik. Televisi, mesin cuci, kompor gas, pemanas ruangan mereka miliki.
"Tapi terkadang saya merasa kemiskinan jauh lebih baik bagi kami," kata sang ayah dengan pandangan tertunduk, seperti dilansir BBC, Senin (16/12). "Kami bisa tidur lebih nyenyak. Kami lebih bahagia. Sekarang kami punya semuanya, tapi tanpa putri kami, semua terasa hampa."
Sang ibu mengaku dia kini sulit tidur dan mudah sakit-sakitan. Kepedihan masih tampak di tengah keluarga mereka. "Saya kadang-kadang memasak," ujar sang ibu. Kesedihan sering muncul di akhir pekan di saat keluarga biasanya berkumpul. "Hari Minggu menjadi hari paling berat. Saya merasa dia berada di antara kami."
Dua buku kuliah tentang ilmu saraf dan anatomi tubuh manusia--keduanya foto kopian karena mereka tak mampu membeli buku asli yang mahal--mereka bawa ke apartemen tempat tinggal mereka kini. Tapi sebagian besar barang-barang milik puteri mereka masih di rumah lama. Sang bibi menyebut barang-barang itu "pakaiannya, catatan hidupnya, impiannya."
Sang ayah mengaku kerap bermimpi putrinya mendatangi mereka.
"Dia datang mendekat dan bertanya apakah saya perlu uang. Saya katakan, ayah tidak perlu uang, jaga saja adik-adikmu. Lalu dia lenyap. Dia selalu bilang jangan khawatir soal uang karena dia akan mengusahakannya buat keluarga."
Dalam peringatan setahun kematiannya, keluarga akan mengadakan peringatan kecil. Mereka juga akan meluncurkan kegiatan amal guna mengumpulkan dana bagi anak-anak kelaparan dan tak mampu sekolah.
Sang ayah bilang dia ingin keluarga mengingat kenangan akan putri mereka selamanya. Dia tahu orang suatu saat akan melupakannya.
"Tapi kematiannya akan membawa perubahan," kata dia. "Perubahan undang-undang antipemerkosaan. Kaum perempuan kini bangkit melawan pelecehan seksual dan kekerasan. Bukankah itu juga termasuk jasa putri saya?"
Pengadilan India September lalu akhirnya memvonis para pelaku dengan hukuman mati.
(mdk/fas)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya