Hong Kong Temukan Penularan Virus Corona dari Hamster ke Manusia
Merdeka.com - Penelitian di Hong Kong memastikan ada penularan virus corona dari hamster ke manusia. Ini adalah temuan yang pertama kali diketahui di dunia. Penularan ini terkait dengan klaster kasus Delta yang berasal dari sebuah toko hewan peliharaan sehingga memicu tindakan pemusnahan ribuan hamster.
Laman South China Morning Post melaporkan, Sabtu (29/1), penelitian yang belum dikaji oleh sesama ilmuwan ini dimuat dalam laporan pra-cetak di jurnal kedokteran The Lancet. Ada dua penularan dari hamster ke manusia yang diketahui terkait varian Delta dan hewan itu ternyata sudah terpapar Covid-19 sebelum diimpor ke Hong Kong.
Peneliti menemukan hamster itu sudah tertular sekitar 21 November tahun lalu, sekitar satu bulan sebelum mereka tiba di Hong Kong.
"Proses impor hamster ini kemungkinan besar jadi sumber penularan virus corona itu," kata para ilmuwan.
Penelitian ini dilakukan oleh sekelompok ilmuwan bersama Universitas Hong Kong setelah pemerintah dan ahli kesehatan mengumumkan kasus dugaan penularan virus corona dari hamster ke manusia di toko hewan peliharaan Little Boss di Causeway Bay sekitar 10 hari lalu.
Temuan ini memicu pengumuman pemusnahan sekitar 2.000 hamster yang diimpor ke Hong Kong setelah 22 Desember. Peristiwa ini menuai kecaman dari para pecinta binatang. Impor ini terutama berasal dari Belanda.
Penularan pertama bersama kasus lain yang terkait dua hewan peliharaan di Mong Kok dan Tai Po memicu penularan dari manusia ke manusia sehingga muncul klaster Covid-19 hingga 40 kasus.
Para peneliti mengambil sampel dari tes usap dan darah dari hewan di salah satu toko hewan dan gudangnya kemudian melakukan analisis pengurutan genom.
Mereka menemukan lebih dari separuh dari 16 hamster Suriah yang berasal dari toko hewan itu dan 12 hewan lainnya di gudang toko itu positif Covid-19 dari hasil tes PCR atau serologi.
Semuanya diketahui jenis varian Delta yang selama beberapa bulan terakhir sudah tidak muncul kasus penularan lokalnya.
Namun dari 77 hamster jenis dwarf, 246 kelinci, 66 babi guinea, 116 chincilla dan dua tikus yang juga dites tidak terpapar Covid-19.
"Hewan peliharaan hamster bisa tertular secara alami di alam. Virus kemudian beredar di antara hamster dan memicu penularan ke manusia," kata penelitian itu.
Pakar penyakit pernapasan Dr Leung Chi-chiu mengatakan temuan ini menyoroti pentingnya importir dan otoritas berwenang mengkaji kembali soal bagaimana hamster diimpor dan disimpan di dalam gudang.
Leung menuturkan, hamster biasanya dikirim sekaligus dalam paket 1.000 hewan dan disimpan bersama di sebuah gudang dan itu bisa memicu risiko penularan besar-besaran meski hamster sendiri tidak mudah menularkan virus corona itu.
"Ada kemungkinan hamster itu tertular sebelum dikirim dengan penerbangan atau saat dalam perjalanan dan virus corona itu kemudian menyebar di lingkungan gudang lalu menular ke manusia," kata dia.
Leung mengatakan, orang yang memelihara hamster jangan sampai memusnahkan hewannya tanpa mengetahui hasil tes hewan tersebut.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya