Hizbullah tuding Arab Saudi di balik mundurnya PM Libanon Saad Hariri
Merdeka.com - Perdana Menteri Libanon, Saad Hariri, mendadak mengundurkan diri pada Sabtu kemarin. Dia beralasan mulai khawatir akan luasnya pengaruh Iran di negara itu, dan merasa takut bakal dibunuh oleh gerakan Hizbullah.
Namun kepala gerakan Hizbullah Hassan Nasrallah membantah hal itu. Dia menuding pengunduran diri Saad Hariri diduga didalangi oleh Arab Saudi.
"Jelas bahwa pengunduran diri tersebut adalah keputusan Saudi yang diberlakukan terhadap Perdana Menteri Hariri. Bukan maksudnya, bukan keinginannya dan bukan keputusannya untuk mundur," kata Nasrallah dalam pidato di televisi, seperti dilansir dari Middle East Eye, Senin (6/10).
"Kita perlu menunggu dan melihat mengapa Arab Saudi mewajibkan kepala pemerintahan itu mengundurkan diri," kata Nasrallah.
Nasrallah juga mempertanyakan waktu pengumuman pengunduran Hariri pada saat keadaan pemerintahan Libanon masih normal.
Pengunduran diri tersebut juga memicu kekhawatiran jika Libanon dipecah menjadi kamp-kamp yang dipimpin oleh Hariri dan Hizbullah, dan ini bisa menjadi persaingan dan kekerasan.
Tapi Nasrallah meminta tenang dan sabar sampai ada alasan yang jelas.
Pemimpin Hizbullah juga mempertanyakan mengapa Hariri memberikan pidato pengunduran dirinya dari Arab Saudi.
"Apakah dia di rumah? Apakah mereka akan membiarkan dia kembali? Ini adalah masalah yang sah," katanya, yang mengacu pada pembersihan pangeran, menteri dan pengusaha di Arab Saudi dalam operasi anti-korupsi.
Sebelumnya Perdana Menteri Libanon, Saad Hariri menyebut ada rencana untuk membunuh dirinya.
"Saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri. Saya merasa diam-diam ada rencana buat menghabisi saya," kata Saad, dari siaran televisi Arab Saudi.
Politikus berusia 47 tahun itu belum setahun bertugas di masa jabatannya yang kedua, dan mundur setelah dia harus bersanding dengan sayap politik Hizbullah untuk membentuk pemerintahan. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya