Hilangnya EgyptAir menambah daftar misteri dunia penerbangan
Merdeka.com - Sudah lima hari berlalu sejak pesawat maskapai Mesir EgyptAir MS804 hilang dalam perjalanan dari Paris menuju Kairo. Pesawat berpenumpang 66 orang itu hilang dari radar ketika berada pada ketinggian 37 ribu kaki di atas permukaan bumi, di atas Laut Mediterania.
Ketua Dewan Pemantau Lalu Lintas Udara Yunani Serafeim Petrou meyakini tidak ada alternatif lain bagi pesawat itu selain jatuh.
"Menurut saya, pesawat itu jatuh. Tidak mungkin masih mengudara. Paling mungkin dan sayangnya, pesawat itu ada di dasar laut," kata dia, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (24/5).
Temuan puing pesawat oleh militer Mesir di lepas pantai Aleksandria mendukung teori itu.
Hatem Saber, pakar terorisme internasional, mengatakan tidak lazim jika pesawat itu jatuh secepat itu dan langsung menghilang dari radar jika karena kerusakan teknis.
"Air Bus 320 adalah pesawat jarak menengah yang punya kemampuan bermanuver tinggi. Bahkan jika mesinnya mati pesawat itu masih bisa dikendalikan oleh pilot. Jatuh dari ketinggian itu pasti ada sesuatu yang terjadi," kata dia.
Saber menuturkan pesawat itu tidak mungkin tiba-tiba lenyap dari radar kecuali jika terjadi ledakan hebat yang menghancurkan pesawat.
Pengamat penerbangan dari stasiun televisi CNN Miles O'Brien punya pandangan serupa.
"Sulit buat menerima skenario yang menyatakan kesalahan teknis jadi penyebab hilangnya pesawat itu."
Mantan pilot sekaligus Kepala Bandara Mesir Jad Alkareem Nasser mengatakan, satu-satunya kerusakan teknis yang bisa menyebabkan pesawat jatuh tiba-tiba adalah jika ekor pesawat lepas.
"Masalah lain terkait mesin, generator atau bahan bakar, bisa diatasi oleh awak kabin, dan pesawat itu masih bisa mendarat di bandara terdekat. Di Athena misalnya."
Philip Giles, penyelidik kecelakaan udara Inggris mengatakan pesawat EgyptAir kemungkinan jatuh karena bom yang berada di dalam pesawat.
"Ini misteri, tapi pada saat ini kemungkinannya adalah ada bom di dalam pesawat. Bom ini bisa ditaruh pada saat di bandara sebelumnya," kata dia.
Penemuan sisa tubuh manusia pada puing pesawat yang baru ditemukan kemarin mendukung teori ini. Sisa tubuh pada puing itu menandakan terjadi ledakan di dalam pesawat.
Meski begitu, penyebab pasti pesawat ini jatuh belum diketahui. Terlebih kotak hitam belum ditemukan. Padahal umur baterai kotak hitam tinggal 24 hari lagi.
Hilangnya MS804 mengingatkan orang pada pesawat Malaysia Airline MH370 yang hilang pada 2013 lalu dan sampai saat ini belum ditemukan. MH370 diduga jatuh di Samudera Hindia dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya