Harapan pendidikan layak bagi anak TKI di Malaysia
Merdeka.com - Siti senang kini bisa menuliskan namanya di atas secarik kertas. Sebelumnya bocah berusia 7 tahun itu, tak tahu bagaimana cara menulis namanya. Namun sejak mengikuti kelas membaca dan berhitung di sekolah Community Learning Center (CLC) tiga bulan lalu, di Perkebunan Tiga Sarawak Plantation Agriculture Development (SPAD) Miri, Malaysia, ia sudah bisa membaca walau masih terbata-bata.
Hal yang sama juga dirasakan Susan (8), murid sekolah CLC Perkebunan Yuang Grup, Sachiew, dengan malu-malu ia mengaku senang bisa membaca dan berhitung. Sebelumnya ia lebih banyak bermain di area perkebunan selama orangtuanya bekerja di ladang.
CLC adalah sekolah yang didirikan khusus untuk anak para pekerja Indonesia di perkebunan. Sejarah awal berdirinya CLC adalah inisiatif LSM Humana dari Malaysia yang peduli dengan pendidikan anak-anak pekerja Indonesia di perkebunan. Mereka miris dengan kehidupan anak-anak yang banyak dihabiskan untuk bermain tanpa ada yang mengawasi di sekitar ladang. Berawal dari keprihatinan itulah, Pemerintah Indonesia sejak 2009 membantu melobi perusahaan perkebunan yang ada di Sarawak untuk menyediakan fasilitas pendidikan bagi anak pekerja migran yang bekerja di perusahaan mereka.
Saat ini ada 19 jumlah CLC, diharapkan akan ada 50 CLC yang sudah didirikan hingga Juni mendatang. November tahun lalu, Jokowi menemui ribuan pekerja Indonesia dari sektor perkebunam dan perminyakan dari Miri, Bintulu, Sibu dan sekitar Kuching.
"Ini amanah Pak Jokowi untuk meresmikan 50 CLC hingga Juni nanti. Memang tak mudah karena masih ada kendala regulasi dari Pemerintah Negeri Sarawak. Namun Pak Jokowi sendiri telah meminta kepada Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak agar dibantu memudahkan perizinan pendirian sekolah Community Learning Center (CLC) ini untuk anak-anak pekerja Indonesia, dan Pemerintah Malaysia menyambut positif dan mendukung kegiatan ini," ujar Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Jahar Gultom.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana telah meresmikan 17 CLC baru di Sarawak, sejak Januari lalu. CLC yang diresmikan tersebut adalah CLC Ladang Alto, CLC Ladang BLD Lambir, CLC Ladang Borneo Agro Resources, CLC Ladang Gayanis, CLC Ladang Green Field, CLC Ladang Judan, CLC Ladang Linau Mewah, CLC Ladang Melur Gemilang.
Kemudian ada CLC Ladang Merabok, CLC Ladang Sachiew, CLC Ladang Sebakong, CLC Ladang Smart 1, CLC Ladang Smart 2, CLC Ladang Taniku, CLC Ladang Timbarap, CLC Ladang Trusan dan CLC Ladang Worldsign.
Para pemilik ladang kelapa sawit turut hadir pada kesempatan tersebut dan mendapatkan penghargaan atas kesediaannya dalam membuka CLC untuk pendidikan anak-anak TKI yang bekerja di perkebunan mereka.
Rusdi Kirana berharap kehadiran CLC ini memberi harapan baru bagi anak-anak pekerja perkebunan agar bisa berubah nasibnya. "Tugas orangtua yang mengarahkan anak. Kita yang sudah tua ini tak lagi punya cita-cita, tapi anak-anak ini masih memiliki masa depan. Maka sejak dini harus sekolah agar nanti setelah dewasa bisa berkesempatan bekerja di sektor formal, menjadi dokter misalkan. Kalau ada yang malas pergi sekolah, boleh lah dijewer agar lebih disiplin. Tetapi cara menegurnya tetap harus dengan kasih sayang," kata dia.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya