Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hantaman Topan di Filipina Tewaskan Lebih dari 200 Orang

Hantaman Topan di Filipina Tewaskan Lebih dari 200 Orang Porak-poranda Filipina dihantam Topan Super Rai. ©Bobbie Alota/AFP

Merdeka.com - Jumlah korban jiwa dari angin topan terganas yang menghantam Filipina tahun ini mencapai 208, seperti disampaikan kepolisian nasional pada Senin, membuatnya menjadi badai paling mematikan yang menghantam negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Sedikitnya 239 orang terluka dan 52 hilang setelah Badai Rai mengamuk di wilayah kepulauan selatan dan pusat Filipina, menurut angka kepolisian.

Lebih dari 300.000 orang melarikan diri dari rumah-rumah dan resor pinggir pantai mereka saat Rai menghantam negara tersebut pada Kamis.

Palang Merah Filipina melaporkan kerusakan parah di wilayah-wilayah pantai negara tersebut.

"Rumah, rumah sakit, sekolah, dan bangunan masyarakat luluh lantak," kata Ketua Palang Merah, Richard Gordon, dikutip dari France 24, Senin (20/12).

Badai menghancurkan atap rumah, menumbangkan pohon-pohon dan tiang listrik, meluluhlantakkan rumah-rumah kayu, dan banjir melanda desa-desa. Salah satu pulau yang paling parah adalah Bohol, di mana sedikitnya 74 orang tewas, menurut Gubernur Arthur Yap di akun Facebook resminya.

Kerusakan parah juga terjadi di Siargao, Dinagat, dan Mindanao, pulau paling terdampak ketika badai menghantam negara itu dengan kecepatan angin 195 kilometer per jam.

Sedikitnya 10 orang tewas di Pulau Dinagat, menurut pegawai dinas informasi provinsi,Jeffrey Crisostomo kepada AFP pada Minggu.

S.O.S dilukis di sebuah jalan di kota wisata populer General Luna di pulau Siargao, yang ramai didatangi turis menjelang Natal, ketika warga berjuang untuk menemukan air dan makanan.

Jaringan komunikasi di sebagian besar daerah yang terkena dampak terputus, menghambat upaya badan kebencanaan menilai tingkat kerusakan.

Listrik juga padam, mempengaruhi stasiun pengisian air dan ATM.

Ribuan personel militer, polisi, penjaga pantai, dan pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan.

Petugas patroli laut dan kapal angkatan laut yang membawa makanan, air, dan obat-obatan telah dikerahkan, sementara alat berat dikirim untuk membantu membersihkan jalan yang terhalang oleh tiang listrik dan pohon yang tumbang.

Rai melanda Filipina di akhir musim topan – kebanyakan siklon biasanya berkembang antara Juli dan Oktober.

Para ilmuwan telah lama memperingatkan topan menjadi lebih besar dan kuat karena perubahan iklim.

Filipina – termasuk negara yang paling rentan di dunia terkena dampak perubahan iklim – dilanda rata-rata 20 badai dan topan setiap tahun.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP