Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hal yang menjadi perhatian dunia jika Trump bertemu Kim Jong-un

Hal yang menjadi perhatian dunia jika Trump bertemu Kim Jong-un Kim Jong-un palsu menonton pertandingan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut positif undangan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un untuk bertemu langsung dan menggelar perundingan. Rencananya, kedua kepala negara itu akan bertatap muka pada Mei mendatang.

Ini akan menjadi pertemuan pertama sekaligus paling menyedot perhatian dalam sejarah diplomasi AS dan Korea Utara, mengingat kedua negara selama ini sedang bersitegang karena program nuklir Korea Utara dan sanksi diberikan AS kepada negara tersebut.

Meski rencana ini masih bisa berubah sewaktu-waktu, namun banyak pihak yang tertarik untuk melihat perkembangan dari pertemuan ini. Berikut adalah hal-hal yang menjadi perhatian publik terkait pertemuan antara Kim dan Trump seperti dilansir dari laman Emirates 247, Sabtu (10/3):

Tempat penyelenggaraan pertemuan

pertemuanRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Meski waktu pertemuan telah ditetapkan pada Mei mendatang, namun tempat penyelenggaraan masih belum ditentukan.

Jika pertemuan tersebut dilakukan di Pyeongyang, Korea Utara, maka hal tersebut akan membawa keuntungan bagi Kim. Namun bagi Trump, hal tersebut akan menimbulkan risiko tersendiri.

Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) yang membagi Korea Utara dan Korea Selatan mungkin akan menjadi tempat paling netral untuk dijadikan tempat pertemuan. Selain itu, tempat tersebut juga menyediakan kemudahan akses bagi kedua pihak, lingkungan yang terkendali, dan fasilitas yang sudah ada.

Jika Beijing atau Jenewa yang merupakan tempat lebih netral dijadikan tempat pertemuan, maka nantinya akan ada tiga pemain kunci dalam pertemuan itu, termasuk tuan rumah. Selain itu, baik Trump ataupun Kim masing-masing akan meninggalkan negara mereka.

Seoul dan Washington adalah tempat paling tidak mungkin digunakan untuk pertemuan. Tapi di sisi lain, tidak menutup kemungkinan juga hal itu terjadi mengingat adik Kim, Kim Yo-jong baru saja menginjakkan kaki di Korea Selatan.

Jika pertemuan dilakukan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, kota asal Trump, maka ini akan menjadi kali pertama Kim menginjakkan kaki di tanah AS.

Persiapan Trump

hal yang menjadi perhatian dunia jika trump bertemu kim jong-unRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pengumuman Trump yang menyetujui pertemuan dengan Kim dibuat selang 24 jam setelah Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan bahwa negosiasi AS dan Korea Utara hampir tidak mungkin dilakukan. Hal tersebut menunjukkan betapa tidak selarasnya keputusan dibuat petinggi AS.

Selain itu, di bawah kepemimpinan Trump, Kementerian Luar Negeri AS telah kehilangan diplomat yang ahli dalam persoalan Korea. Bahkan, AS pun belum menunjuk duta besar AS untuk Seoul. Satu-satunya pakar terbaik dalam urusan Korea, Victor Cha, menolak untuk ditunjuk sebagai dubes karena tidak setuju AS menggempur Korea Utara.

Sementara itu, perwakilan khusus AS untuk kebijakan Korea Utara, Joseph Yun, baru saja pensiun pekan lalu.

"Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) biasanya dilakukan setelah serangkaian negosiasi di tingkat bawah. Tetapi Trump, yang selalu mencari publisitas, tiba-tiba saja meloncat masuk. Dia terlihat tidak tahu apa-apa. Yang dipikirkannya hanyalah kebijakan untuk menang," kata seorang profesor dari Universitas Nasional Pusan Robert Kelly.

Kepribadian yang berbeda bisa menghambat perundingan

berbeda bisa menghambat perundinganRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Trump dan Kim memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda. Kim terpilih menjadi pemimpin Korea Utara karena mewarisi kekuasaan dari sang ayah. Dia pun telah dipersiapkan untuk menjalani posisinya saat ini selama bertahun-tahun.

Sementara itu, Trump adalah salah satu presiden AS yang tidak memiliki sejarah di bidang politik. Dia dikenal sebagai taipan di bidang pengembangan properti dan juga merupakan pria yang menginisiasi berbagai macam acara televisi.

Jika dilihat dari segi pengalaman, Kim jelas jauh lebih unggul daripada Trump. Kim telah memimpin negara selama enam tahun dan diperkirakan akan terus memimpin selama beberapa dekade ke depan sebelum akhirnya mewariskan kekuasaan.

Keduanya sempat bersitegang dan saling melempar ejekan pribadi tahun lalu. Trump menyebut Kim dengan panggilan 'Manusia Roket' sementara Kim membalasnya dengan menyebut Trump 'dotard' yang berarti orang tua lemah dan pikun.

Tak berhenti sampai di sana, Trump pun membalasnya dengan ejekan tak jauh berbeda. Meski kemudian dia juga meralatnya dengan mengatakan harapan menjadi teman Kim.

"Buat apa Kim Jong-un menghina saya dengan menyebut saya 'tua', padahal saya tidak pernah menyebut dia 'gendut dan pendek'? Saya berusaha keras untuk jadi temannya dan mungkin suatu hari nanti bisa jadi temannya," tulis Trump di Twitter.

Banyak pihak yang mengkhawatirkan pertemuan ini tidak berjalan lancar karena keduanya sama-sama keras kepala dan merasa paling benar.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP