Hadiri acara Anwar, Malaysia ancam pelajarnya di Australia
Merdeka.com - Siswa Malaysia berada di Australia dilarang menghadiri seminar tokoh oposisi Negeri Jiran, Anwar Ibrahim. Pelajar rata-rata mendapat beasiswa itu terancam fasilitasnya dicabut.
Stasiun televisi ABC Australia melaporkan, Kamis (17/10), Anwar dijadwalkan menjadi pembicara dalam sebuah festibal di Kota Adelaide akhir pekan ini. Pemerintah Malaysia langsung mengambil langkah tegas, siapa pun pelajar menghadiri diskusi itu akan dihentikan beasiswanya.
Ancaman itu datang dari surat elektronik ditulis penasehat pelajar konsulat Malaysia Syahrezan Sheriff bermarkas di Kota sydney. Dalam surat itu dia memperingatkan siswa agar jangan sampai bertindak bodoh menyebabkan beasiswa mereka dicabut.
"Silahkan menahan diri dengan tidak menghadiri acara itu. Anda cerdas dan bisa fokus pada kepentingan pendidikan daripada bergabung dengan kegiatan bisa membuat nilai-nilai Anda merosot dan beasiswa Anda dapatkan menjadi sia-sia," Syahrezan menuliskan.
Ancaman ini serius bahkan beberapa siswa Malaysia dimintai komentar oleh ABC News bungkam. Meski demikian ada pelajar datang. Mereka tidak menerima beasiswa itu pun dengan syarat identitasnya disembunyikan.
"Saya mengajak beberapa teman menerima beasiswa mereka tidak mau," ujar siswa itu.
Anwar mengatakan bukan pertama kali pemerintah Malaysia membungkam dia berbicara di luar negeri. Dia juga menyerukan tidak seharusnya pelajar diancam dan melebihi batas.
Sementara senator Nick Xenophon dari parlemen Australia mendukung Anwar mengatakan Malaysia seharusnya membebaskan pelajarnya menghadiri diskusi atau seminar apa pun tanpa rasa takut. "Ini artinya tingkat ketakutan pemerintah Malaysia pada Anwar sangat luar biasa," ujar Xenophon. (mdk/din)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya