Giliran Jackie Chan dan Amitabh Bachchan terseret Panama Papers
Merdeka.com - Skandal bocornya data pengemplangan pajak oleh sejumlah nama besar dunia dalam Panama Papers, pelan-pelan menyeret semakin banyak nama pesohor. Selain nama-nama kepala negara, nama-nama tenar dari industri film rupanya menyimpan uang di negara bebas pajak.
Syndey Morning Herald melaporkan, Rabu (6/4), artis laga Hong Kong Jackie Chan, sutradara film Pedro Almodovar, dan aktor senior India Amitabh Bachchan masuk dalam daftar klien firma hukum Mossack Fonseca. Firma ini adalah sumber kebocoran data Panama Papers, yang sehari-hari membantu para klien mendirikan perusahaan bodong di negara bebas pajak.
Adik Pedro, Agustin Almodovar, mengakui bila perusahaan film yang dikelola dengan sang kakak sempat berurusan dengan Mossack Fonseca antara 1991 hingga 1994.
"Saya sangat menyesal akan informasi yang menyeret nama kakak saya membuatnya menderita. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengalaman saya dalam tahun pertama saat mengelola bisnis keluarga ini," kata Agustin.
Jackie Chan diketahui memiliki setidaknya enam perusahaan cangkang di negara bebas pajak yang dikelola Mossack Fonseca. Amitabh Bachchan juga tercatat menjadi direktur beberapa perusahaan sejenis di British Virginia dan Bahama. Kendati begitu, belum ada indikasi bila para pesohor perfilman itu melakukan tindakan pidana seperti pencucian uang atau pengemplangan pajak.
"Perusahaan Amitabh Bachan di negara surga pajak telah berdiri selama 20 tahun lebih. Meski statusnya perusahaan kecil, namun angka perdagangan mereka mencapai jutaan dollar," tulis Sydney Morning Herald.
Skandal Panama Papers sudah mulai makan korban. Kemarin (5/4) malam, Perdana Menteri Islandia, Sigmundur David Gunnlaugsson, mengundurkan diri karena warga marah membaca namanya ada di Panama Papers.
Dalam dokumen itu dinyatakan Gunnlaugsson dan istrinya menyembunyikan dana jutaan dolar dalam bentuk investasi di perusahaan bayangan negara bebas pajak. Senin (4/4) pagi di Ibu Kota Rejkjavic, dilaporkan 22 ribu warga turun ke jalan menuntut Gunnlaugsson mundur. Ini adalah unjuk rasa terbesar sepanjang sejarah Islandia.
Panama Papers diyakini akan membuat gonjang-ganjing merembet ke banyak negara. Di Pakistan, partai oposisi sedang menyerang Perdana Menteri Nawaz Sharif lantaran ketahuan memiliki aset di negara surga pajak. Di China, partai komunis menyensor setiap pembicaraan mengenai Panama Papers di Internet.
Jumlah data yang dibocorkan mencapai 11,5 juta dokumen, setara 2,6 terrabita. Wujudnya surat elektronik, bukti transaksi, rekaman percakapan, foto, pdf, maupun berbagai jenis dokumen lainnya dari kurun 1977 hingga 2015. Jauh lebih besar dibanding bocoran Wikileaks ataupun Edward Snowden.
Nama-nama besar yang ternyata terlibat pengemplangan pajak serta pencucian uang memakai jasa Fonseca, di antaranya adalah Presiden Rusia Vladimir Putin, bintang sepakbola Lionel Messi, Presiden Ukraina Petro Poroshenko, Raja Saudi Salman, hingga Presiden China Xi Jinping.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya