Gempa 6,4 SR guncang Taiwan, dua orang tewas
Merdeka.com - Tim evakuasi berjibaku mencari korban di reruntuhan bangunan setelah gempa berkekuatan 6,4 skala richter mengguncang Kota Hualien pada Selasa (7/2) malam waktu Taiwan. Menurut data dari otoritas setempat sedikitnya dua orang dikabarkan tewas, 219 orang luka-luka dan 150 orang dikabarkan hilang usai gempa terjadi.
Diduga korban masih banyak yang terjebak di reruntuhan bangunan yang hancur, termasuk rumah sakit militer, yang jaraknya kurang lebih 22 kilometer dari pusat kota.
Dilansir dari laman Reuters, Hualien merupakan kota wisata dengan populasi kurang lebih 100.00 jiwa. Akibat gempa ini warga terpaksa berlindung di jalanan kota, sedangkan 40.000 rumah akan kesulitan mendapatkan air bersih dan 600 lainnya tidak mendapatkan aliran listrik.
Seorang pekerja di Unit Gawat Darurat rumah sakit militer, mengatakan kaca-kaca pecah dan bangunan itu mengalami kemiringan 40 derajat usai digoncang gempa.
Saat ini petugas masih terus melakukan evakuasi yang disaksikan kerumunan masyarakat disekitarnya.
Pemilik restoran yang letaknya tak jauh dari rumah sakit militer, langsung lari menyelamatkan anak dan istrinya dan pergi menjauh mencari tempat aman, "Restoran kami masih buka pada saat gempa itu terjadi," ujar Lin Ching Wen.
Dikabarkan Presiden Taiwan Tsai Ing Wen langsung mengunjungi lokasi gempa dan melakukan penyelamatan.
"Presiden meminta semua menteri di kabinetnya untuk segera melakukan langkah cepat menanggulangi korban akibat bencana ini," ujar staf kantor kepresidenan.
Taiwan merupakan negara kepulauan yang dilewati oleh dua lempeng tektonik yang rentan terhadap gempa. Ini mengingatkan pada peristiwa gempa berkekuatan berkekuatan 7,6 magnitude pada 1999 yang menewaskan kurang lebih 2.000 orang. Gempa besar juga terjadi pada 2016 yang mengguncang selatan Taiwan dan merenggut nyawa 100 korban jiwa.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya