Gelapkan dana publik, istri capres Prancis jadi terdakwa
Merdeka.com - Istri calon Presiden Prancis Francois Fillon, Penelope Fillon, dituntut atas skandal pekerjaan fiktif yang melibatkannya. Saat suaminya masih menjabat sebagai legislator di parlemen, Penelope pernah ditunjuk menjadi asisten.
Selama menjabat sebagai asisten suaminya, Penelope disebut-sebut tidak pernah melakukan tugas yang seharusnya dijalankan. Namun, dia tetap menerima upah bulanan yang nilainya cukup fantastis, yakni 900.000 Euro (setara Rp 12,9 miliar).
Dilansir dari laman Guardian, Rabu (29/3), usai diperiksa selama beberapa jam oleh jaksa keuangan, Penelope resmi dinyatakan sebagai terdakwa. Penelope dituduh telah menggelapkan dan menyalahgunakan dana publik serta melakukan penipuan.
Bukan hanya Penelope, Fillon juga turut diinvestigasi atas kasus tersebut. Kendati demikian, dia berkeras untuk tetap melanjutkan pencalonannya di pemilihan calon presiden pada 23 April dan 7 Mei mendatang.
Sebelum terlibat skandal pekerjaan, Fillon disebut-sebut bakal menjadi kandidat terfavorit pada pemilu Prancis tahun ini. Namun, skandal yang mencuat di tengah masa kampanye ini jelas-jelas telah merusak karir Fillon di dunia politik.
Kurang dari empat minggu dari pemungutan suara putaran pertama, peringkat Fillon terjun bebas hingga urutan ketiga dari berbagai survei. Posisi pertama ditempati oleh Marine Le Pen dari partai Front Nasional sayap kanan disusul capres independen, Emmanuel Macron.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya