Garang di atas ranjang, tunduk di hadapan Tuhan

Reporter : Ardini Maharani | Jumat, 12 Juli 2013 10:04

Garang di atas ranjang, tunduk di hadapan Tuhan
Sahara Knite. imdb.com ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Industri pornografi kini semakin berkembang pesat. Profesi dulunya dilecehkan sekarang banyak perempuan serta lelaki antre pindah ke pekerjaan esek-esek. Bayaran lumayan ditambah nikmatnya beradegan seks tentu menjadi pertimbangan para pelaku film biru dalam memilih porno sebagai pekerjaannya.

Namun apa jadinya jika mereka yang terjun ke bisnis ini seorang perempuan muslim? Demikian kenyataannya seperti dilansir situs barenakedislam.com (12/5). Setidaknya ada dua muslim perempuan dalam jajaran atas industri pornografi di Inggris. Mereka Saidah Sahara Knite asal Kota Gujarat, India, dan satu lagi yakni Leah Humeira asal Arab Saudi.

Tidak banyak keterangan soal Humeira namun situs daily,bhaskar.com (2012) melansir Humeira penganut Islam taat. Begitu pula Sahara. Keduanya pernah main film porno bersama dan keganasan mereka tak kalah dengan bintang esek-esek sohor lainnya macam Vicky Vette atau Sasha Grey. Bahkan Sahara punya genre porno sedikit hardcore, sangat sulit mendapat terjemahan Indonesia untuk jenis film biru ini.

Pada kenyataannya industri porno melihat daya jual mereka khususnya dengan embel muslimah. Keduanya datang dari agama terkenal paling konservatif sejagat dan melarang pornografi apa pun bentuknya. Berbuat maksiat semisal berciuman belum dalam ikatan pernikahan saja bisa-bisa dicambuk, apalagi ini mempertontonkan seksual pada khayalak. Ini membuat banyak orang justru menjadi tertarik, seperti apa jika para gadis muslim ini mengumbar aurat. Banyak yang menyukainya namun tak sedikit mengecamnya.

Keduanya mendapat tampikan dari keluarga masing-masing bahkan keluarga Sahara tidak mau lagi mengenali dia. "Beberapa kerabat mengancam hendak membunuh saya, tapi ini yang saya inginkan dan saya menikmatinya," ujar Sahara. Sementara Humeira diketahui keluarganya masih banyak di Saudi dan Yordania.

Meski menjadi pelaku industri pornografi, namun keduanya tetap mengaku sebagai muslim. "Saya muslim dan saya ingin dikenal sebagai muslim," ujar Sahara. Bagi dia agama merupakan urusan pribadi pada Tuhan dan tidak satu pun manusia berhak menghakimi tindakannya saat ini.

[din]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# India# Inggris

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Enam internal KPK lolos seleksi tahap pertama, satu orang gagal
  • Meski Baru Cerai, Ben Affleck Janji Tak Main-Main Jadi Batman
  • Tim DVI masih cari data pembanding 10 jenazah korban Hercules jatuh
  • Demi menang pilkada, Demokrat buka pintu koalisi dengan KIH dan KMP
  • Menteri Yuddy: Kalau saya cari popularitas, ya seperti KPK saja
  • Kehidupan Ken Ken 'Wiro Sableng' kini, tragis nan miris
  • Polda Riau deteksi satu keluarga di Pekanbaru bergabung dengan ISIS
  • Yvonne minta Rp 150 juta ke bule Australia untuk tebusan Angeline
  • Ruhut dukung Tjahjo ungkap menteri yang jelekkan Presiden Jokowi
  • 17 Ramadan, Ali berpulang dengan tragis ditikam karena dendam
  • SHOW MORE