Gara-Gara Omicron, 4.500 Penerbangan Dibatalkan di Seluruh Dunia Saat Natal
Merdeka.com - Maskapai komersil di seluruh dunia membatalkan lebih dari 4,500 penerbangan selama akhir pekan Natal karena lonjakan gelombang infeksi Covid-19 yang disebabkan varian Omicron.
Maskapai di seluruh dunia membatalkan sedikitnya 2.401 penerbangan pada Jumat, menjelang malam Natal dan biasanya merupakan perjalanan udara paling ramai, menurut situs web FlightAware.com. Hampir 10.000 penerbangan ditunda.
Situs tersebut menunjukkan, 1.779 penerbangan pada hari Nayal dibatalkan di seluruh dunia, sementara 402 lainnya dijadwalkan untuk Minggu.
Lalu lintas udara komersial di AS dan yang masuk maupun keluar negara tersebut, penerbangan yang dibatalkan selama akhir pekan itu lebih dari seperempat dari semua penerbangan, menurut data FlightAware, dikutip dari Reuters, Sabtu (25/12).
Maskapan AS yang melaporkan pembatalan penerbangan selama akhir pekan yaitu United Airlens dan Delta Air Lines, yang membatalkan hampir 280 penerbangan pada Jumat saja, dengan alasan keterbatasan personil di tengah lonjakan Covid.
Infeksi Covid di AS melonjak dalam beberapa hari terakhir karena varian Omicron, yang sampai saat ini mencakup hampir sepertiga kasus Covid di AS.
Menurut data Reuters, jumlah rata-rata kasus Covid baru di AS naik 45 persen menjadi 179.000 per hari pekan lalu.
Di Inggris, banyak industri dan jaringan transportasi berjuang dengan keterbatasan staf karena pekerja yang terinfeksi Covid melakukan isolasi mandiri.
Satu dari 20 warga London terinfeksi Covid pekan lalu, angka yang bisa meningkat menjadi satu dari 10 orang pekan depan, menurut data yang dirilis Badan Nasional Statistik Inggris pada Kamis.
Data pemerintah menunjukkan, rekor kasus infeksi baru di seluruh Inggris mencapai 122.186 pada Jumat, hari ketiga di mana kasus Covid melampaui angka 100.000.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya